Startup Fintech Akseleran Mulai Salurkan Kredit untuk Anggota OK OCE

MONITOR, Jakarta – Setelah akhir bulan lalu Perkumpulan Gerakan OK OCE atau PGO bekerjasama dengan startup peer-to-peer lending Akseleran, anggota OK OCE mulai mendapatkan pinjaman usaha melalui skema peer-to-peer lending di Akseleran. 

“Ini adalah terobosan yang kami berikan kepada anggota OK OCE. Sepanjang mereka telah mempersiapkan usahanya dengan seksama seperti melalui program 7 Langkah PAS OK OCE, mereka berpeluang untuk mendapatkan pinjaman usaha yang fleksibel. Tentunya tetap melalui proses seleksi yang prudent. Kami harap kerjasama dengan Akseleran ini bisa berlanjut dan dilakukan dalam skala yang lebih besar ke depannya” kata Ketua PGO Faransyah Jaya di Jakarta, Kamis (15/2).

Platform peer-to-peer lending cocok bagi anggota OK OCE karena mereka menerapkan persyaratan yang lebih fleksibel untuk mengajukan pinjaman. Sebagai syarat, pelaku usaha harus telah mendaftar sebagai anggota OK OCE, telah menyiapkan laporan laba-rugi sederhana usahanya, memiliki laporan rekening koran 3 bulan, usahanya sudah berdiri selama 1 tahun, dan telah memiliki laba. Persyaratan ini bertujuan untuk meyakinkan calon crowd investor yang akan meminjamkan dananya ke pelaku usaha UMKM.

 “Ini adalah salah satu usaha kami untuk mewujudkan inklusi keuangan, yaitu dengan membuka akses permodalan yang fleksibel bagi pelaku usaha UMKM, termasuk para anggota OK OCE. Bapak Pramadya misalnya, mempunyai usaha dengan cashflow yang baik dan telah menyelesaikan berbagai proyek instalasi listrik di Jakarta. Permasalahan beliau adalah ingin ekspansi dan mengerjakan lebih banyak lagi proyek, namun terbentur karena kesulitan untuk membiayai modal kerja dari proyek tersebut.  Akan sayang sekali apabila kesempatan tersebut terlewatkan,” tutur CEO Akseleran, Ivan Tambunan menamgahkan.

Melalui skema invoice financing di Akseleran, Bapak Pramadya serta lebih banyak lagi pelaku usaha ke depannya bisa mendapatkan pembiayaan modal kerja dengan memberikan jaminan berupa tagihan dari invoice atau PO/SPK/Kontrak yang didapatkannya.” 

Selain invoice financing, saat ini Akseleran juga menyediakan (i) pinjaman usaha berbasis inventory financing, yaitu pinjaman dengan agunan berupa persediaan dagang, (ii) pinjaman kredit investasi dengan agunan berupa tanah dan bangunan atau mesin dan peralatan, serta (iii) pinjaman usaha tanpa agunan. Pinjaman tersebut mempunyai tenor mulai dari 1-12 bulan dengan suku bunga rata-rata sebesar 1,5% efektif per bulan. 

Akseleran juga memangkas proses birokrasi dalam proses pengajuan pinjaman. Pelaku usaha cukup menyediakan laporan laba rugi tahunan sederhana, laporan rekening koran 3 bulanan, KTP, NPWP, surat keterangan domisili usaha, serta dokumen pendirian perusahaan bagi usaha yang sudah berbentuk badan. Akseleran juga telah bekerja sama dengan biro kredit Pefindo untuk dapat memeriksa histori kredit dari si peminjam, dan memastikan peminjam tidak sedang memiliki kredit macet serta mencegah usaha penipuan.      

Rencananya akses permodalan bagi anggota OK OCE melalui Akseleran ini akan diresmikan oleh Wagub DKI Jakarta dalam waktu dekat.