Selain Urusi Diplomasi Politik, Kadin Minta Para Dubes Amati Kepentingan Ekspor

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Benny Soetrisno meminta semua Duta Besar (Dubes) yang telah ditempatkan oleh Presiden dapat mengamati kepentingan ekspor di negara yang jadi wilayah kerjanya. Hal itu dimkasudkan agar mereka dapat dengan mudah menginformasikan kepada pelaku usaha di tanah air.

Benny mengatakan, langkah tersebut dapat mendorong sejumlah barang ekspor apa saja yang bisa dimasuki, sehingga pada akhirnya dapat mendongkrak nilai ekspor Indonesia setiap tahunnya.

"Dubes kan tidak hanya sekedar diplomasi politik, tetapi perdagangan juga," ujarnya pada pada acara diskusi '500 Perusahaan Dongkrak Ekspor 500%'di kantor Kadin, Jakarta, Senin (5/3)

Lebih lanjut, Benny mengatakan, Dubes juga harus pintar melobi perdagangan untuk membuka jalur ekspor dengan menciptakan perjanjian kerja yang bisa menurunkan, atau bahkan menghilangkan tarif ekspor dari negara yang dituju.

Benny juga jelaskan detail rekomendasi informasi yang dimaksud seperti informasi mengenai importir di negara tersebut, jenis yang diimpor dari negara mana, nilainya berapa, kalau dihitung ditawarkan ke para pelaku bisnis indoneisa apakah mampu untuk masuk ke negara itu. Jangan sampai nantinya tidak mampu masuk pasarnya karena bianya tinggi. 

Selain itu, sektor ekspor Indonesia di dunia juga masih besar volumenya, di mana ekspor Indonesia menguasai dua persen perdagangan dunia. Dengan demikian, dia menyarankan, agar para dubes terus bisa memasarkan produk-produk anak bangsa, khususnya di sektor manufaktur dan agro yang masih dominan mendongkrak pertumbuhan ekspor Indonesia.