Penjelasan Pertamina Patra Niaga soal Aksi Mogok Masal Awak Truk Tangki BBM

Monitor, Jakarta – Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina yang tergabung dalam Federasi Buruh Transport Pelabuhan Indonesia (FBTPI) akan melakukan aksi mogok masal pada 19 hingga 26 Juni atau selama Lebaran 2017. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas atas pemecatan ratusan sopir pada akhir Mei lalu. Ketidakjelasan kontrak dari perusahaan dinilai menjadi pemicu terjadinya aksi.

Melalui aksi mogok ini, para AMT menuntut agar Pertamina Patra Niaga mempekerjakan kembali sopir truk tangki yang baru saja diputuskan hubungan kerjanya. KPBI juga meminta agar sopir tangki diangkat menjadi karyawan tetap di Pertamina Patra Niaga.

PT Pertamina Patra Niaga sendiri merupakan perusahaan milik PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang perdagangan BBM, pengelolaan BBM, pengelolaan armada dan pengelolaan depot.

Menanggapi soal AKsi tersebut, VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Rudy Permana mengatakan AMT yang mogok adalah pekerja dari perusahaan pemborongan pekerjaan pengangkutan. Pihaknya tegas Rudy memberikan pekerjaan berdasarkan jumlah volume yang diangkut oleh perusahaan jasa tersebut bukan berdasarkan jumlah pekerja dari perusahaan.

(Baca : Pertamina Jamin Distribusi BBM Tidak Terpengaruh Ancaman Mogok Pihak Ketiga)

"Soal Ancaman mogok yang disampaikan itu sebenarnya salah tempat karna Kami tidak pernah berkontrak kerja dengan teman-teman AMT yang tidak lolos evaluasi dari pekerja tetap di perusahaan pemborongan tersebut," Kata Rudy kepada Monitor. Senin (19/6).

Rudy menambahkan PT Pertamina Patra Niaga serta PT Pertamina (persero) tetap menjaga komitmen melayani masyarakat agar tetap nyaman dalam menjalankan mudik lebaran di tahun ini dengan memastikan ketersediaan BBM untuk masyarakat luas.

"Kami meminta masyarakat bijak dalam menyikapi hal-hal yang mengganggu keamanan dan ketertiban," tegasnya.