Peduli Pendidikan, Perum Jamkrindo Renovasi Sekolah dan Bangun Rumah Veteran eks Timor Timur

MONITOR, Kupang – Perusahaan Umum  (Perum) Jaminan Kredit Indonesia melakukan sinergi BUMN melaksanakan kegiatan sosial di Kupang, Nusa Tenggara Timur berupa Pembangunan Rumah Pejuang Integrasi Ex Timor Timur sebanyak 60 Unit dan pemberian bantuan Buku serta renovasi sekolah sebagai wujud kepedulian terhadap pendidikan.

Kegiatan ini dimotori oleh Kementerian BUMN dan dipimpin langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, yang juga dihadiri Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto pada Selasa (6/2) di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan sosial Pembangunan Rumah Veteran ini dilakukan secara sinergi antara Perum Jamkrindo dengan dengan sejumlah BUMN lainnya yakni PT Angkasa Pura I, PT Asabri, PT Pegadaian, PT Pelindo III dan PT BTN di Kupang total senilai Rp 4,5 milyar. Sementara untuk pembangunan renovasi sekolah Perum Jamkrindo memberikan bantuan buku dan renovasi sekolah untuk SMA Negeri 7 Kupang senilai Rp 500 juta.

Penyerahan bantuan CSR/BL pada Propinsi NTT Total Senilai Rp. 17.502.240.000 diantaranya di Kupang, di  Kabupaten Larantuka dan Adonara. Untuk di Kupang yakni bantuan CSR/BL untuk Pendidikan yakni bantuan Beasiswa pada 20 Siswa SD, 20 siswa SMP, 20 siswa SMA dan 10 Mahasiswa untuk Universitas Cendana, Renovasi Paud Kharisma Kreatif dan Sarana Prasarana Ibadah dan Sarana Prasarana Umum, bantuan Renovasi 4 SD di Kabupaten Kupang,  bantuan Renovasi 4 SD di Kabupaten Kupang (SD Inpres Labat, SDN Maulafa, SDN Naikoten, SDN Oehendak), bantuan renovasi SMP N 13 Kupang, Penyerahan bantuan Pelatihan Menjahit dan Mesin Jahit pada UKM, bantuan Coldbox untuk 20 nelayan, bantuan Pelatihan Montir dan Pelatihan Pariwisata.

Sementara di Larantuka, sejumlah kegiatan CSR juga dilakukan yakni bantuan Beasiswa pada 20 Siswa SD, 20 Siswa SMP, 20 Siswa SMA dan 10 Mahasiswa, bantuan Renovasi SDLB Weri dan Taman Baca Sekolah, bantuan CSR untuk Infrastruktur, bantuan Kelistrikan kepada 12 Desa di Kecamatan Tanjung Bunga Ujung Timur Larantuka, Penyerahan bantuan Sarana Air Bersih (2 sumur Bor), simbolis bantuan CSR untuk Pemberdayaan Ekonomi, bantuan Pelatihan Montir dan Pelatihan Pariwisata , bantuan Alat Pembuat Tempe dan Taman Baca Sekolah dan Kegiatan Siswa Menjahit dan Memasak.

Kegiatan sinergi BUMN ini mendapatkan dukungan dari sejumlah BUMN dan juga dihadiri oleh Direksi BUMN yang terlibat dalam kegiatan ini diantaranya yaitu Bank Mandiri, BRI,  PT PLN, PT ASDP, Pertamina, Pegadaian, PT AP 2,  PT Garuda Indonesia dan BTN.

Dirut Perum Jamkrindo Randi Anto mengatakan bahwa kegiatan sosial ini sebagai bentuk perwujudan BUMN Hadir Untuk Negeri sehingga keberadaan Perum Jamkrindo sebagai satu-satunya BUMN yang memberikan penjaminan bagi UMKMK bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

”Melalui sinergi BUMN ini maka masyarakat akan lebih banyak lagi merasakan keberadaan BUMN di seluruh wilayah Indonesia,” kata Randi Anto di Kupang.

Perum Jamkrindo tetap berpedoman pada visi perusahaan yaitu menjadi perusahaan penjaminan terdepan yang mendukung perkembangan perekonomian nasional. Sebagai satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapat mandat dari pemerintah untuk membidangi usaha penjaminan. 

Selama tahun 2017, Perum Jamkrindo berhasil mencatatkan laba sebesar sebesar Rp 1,02 triliun di tahun 2017 meningkat dari tahun sebelumnya Rp 941,4 miliar. Demikian juga aset perusahaan perusahaan tumbuh dari Rp 13,4  triliun pada 2016 menjadi Rp 14,6 triliun pada 2017.

Perum Jamkrindo juga meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laporan keuangan tahun 2017, berdasarkan hasil audit oleh Kantor Akuntan Publik Hertanto, Grace, Karunawan (HGK) member of TIAG yang dilansir pada Rabu (28/2/2018).

Dalam hal penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), Perum Jamkrindo dibawah Direktur Utama Randi Anto  meraih predikat dengan kualifikasi sangat baik. Berdasarkan sertifikasi PEFINDO (Credit Rating Agency berperingkat AA Plus (Double A Plus, Stable Outlook).

Tahun 2018 ini, Perum Jamkrindo terus berbenah dengan mengedepankan efisiensi dan efektifitas dalam menghadapi tantangan bisnis yang makin besar dan menuntut kesiapan dari semua unsur di dalam perusahaan untuk lebih baik dalam melaksanakan bisnis, tanpa meninggalkan core competency di sektor UMKMK.