Pasar Modal masih jadi Tujuan Utama Perusahaan mengakses Permodalan

MONITOR, Jakarta – Satu obligasi dan satu Efek Beragun Aset (EBA) telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini. Hal ini menunjukkan bahwa Pasar Modal Indonesia masih menjadi tujuan utama bagi perusahaan memperoleh pendanaan untuk ekspansi usaha. 

 

Satu obligasi korporasi ini yakni Obligasi Berkelanjutan III BFI Finance Indonesia Tahap IV Tahun 2018 yang diterbitkan oleh PT BFI Finance Indonesia Tbk dengan nilai emisi Rp2,16 triliun. Sedangkan, Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial – Bank Tabungan Negara Nomor 04 (EBA-SP SMF-BTN04). 

 

Dengan pencatatan ini maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 354 emisi dengan nominal outstanding sebesar Rp401,90 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 114 Emiten. Sebanyak 92 seri Surat Berharga Negara (SBN) telah dicatatkan di BEI dengan nilai nominal Rp2.138,17 triliun dan USD200 juta, serta 10 emisi Efek Beragun Aset senilai Rp9,93 triliun. 

 

 

Contohnya, BEI bersama Stock Exchange of Thailand menandatangani Nota Kesepahaman untuk meningkatkan kerjasama pengembangan Pasar Modal terutama transaksi lintas batas, teknologi informasi, dan kesempatan bisnis antara kedua Bursa Efek. Nota Kesepahaman ini juga bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman demi memajukan kedua bursa efek. 

 

 

Sebagai informasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami perubahan pada penutupan perdagangan pekan ini sebesar 2,69 persen menjadi 6.433,32 poin dari 6.582,31 poin pada akhir pekan sebelumnya. Nilai kapitalisasi pasar BEI pada pekan ini juga berubah 2,26 persen menjadi Rp7.156,91 triliun dari Rp7.322,68 triliun pada sepekan sebelumnya. 

 

 

Rata-rata nilai transaksi harian BEI pada pekan ini juga mengalami perubahan 16,11 persen menjadi Rp8,07 triliun dari Rp9,62 triliun sepekan sebelumnya. Rata-rata volume transaksi harian BEI juga berubah 32,01 persen menjadi 10,17 miliar unit saham dari 14,96 miliar unit saham sepekan sebelumnya, dan rata-rata frekuensi transaksi harian BEI mengalami perubahan 2,69 persen menjadi 413,36 ribu kali transaksi sepekan sebelumnya. Investor asing mencatatkan nilai jual bersih pada pekan ini sebesar Rp4,51 triliun. Di sepanjang tahun ini investor asing mencatatkan jual bersih dengan nilai Rp14,43 triliun.