Menteri Rini Beberkan 5 Kunci Sukses Pimpin BUMN

Ilustrasi : Menteri BUMN, Rini Soemarno dan Sofyan Basir (Merahputih.com)

MONITOR, Jakarta – Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno menyatakan, sifat kepemimpinan dibutuhkan di perusahaan BUMN, agar mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.

Hal ini diungkapkan Rini dalam acara Executive Center for Global Leadership (ECGL) yang bertema ‘Redefining Leadership Making a Difference’ di Jakarta, Rabu (4/7).

Menurut Rini, untuk menjadi seorang leader di BUMN, terdapat 5 kompetensi utama yang harus dimiliki, yaitu dapat membangun hubungan yang strategis bagi pemangku kepentingan, tajam dalan melihat peluang bisnis, harus bisa menjadi agen perubahan di BUMN, dapat mengambil keputusan yang selaras dengan tujuan strategis organisasi, serta berani melakukan investasi di jangka panjang untuk kelangsungan perusahaan.

“Kemitraan strategis dengan para pemangku dilakukan untuk mencapai dan meningkatkan hasil yang optimal dan mampu meningkatkan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan,” ujar Rini.

Dalam hal ketajaman bisnis, pemimpin BUMN harus memiliki kemampuan dalam memanfaatkan peluang untuk mendapatkan keuntungan dan mengembangkan kegiatan bisnis perusahaan.

Sebagai agen perubahan, pemimpin BUMN harus bisa membawa perubahan signifikan pada pertumbuhan organisasi yang berkelanjutan.

Pemimpin juga merupakan pengambil keputusan dalam sebuah organisasi perusahaan. Oleh karena itu, keputusan yang diambil harus berdasarkan evaluasi dan pertimbangan berbagai aspek serta pemantauan pelaksanaan yang selaras dengan tujuan strategis organisasi.

Perlu diketahui, seorang leader di BUMN juga harus bisa melakukan investasi di jangka panjang.

Dalam hal ini, sambung Rini, pemimpin di BUMN harus berani melakukan investasi dalam jangka panjang supaya BUMN yang dipimpin dapat berkelanjutan untuk jangka waktu 100 tahun ke depan.

“Ini yang selalu saya tekankan kepada seluruh pemimpin, baik para Direktur Utama mapun direksi-direksi di BUMN. Dalam pelaksanaannya, BUMN tidak hanya saja mencetak laba atau keuntungan tetapi juga memiliki tanggung jawab baik di dalam maupun di luar perusahaan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.