Masih Alot, Pembahasan Harga Khusus Batubara untuk PLTU Dilanjut Rabu Depan

MONITOR, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengundang Presiden Direktur PT Adaro Energy Garibaldi Thohir, Direktur Pengadaan Strategis PLN Supangkat Iwan Santoso, dan Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia untuk hadir di Gedung Kementerian ESDM, Senin (5/2).

Dalam pertemuan itu, mereka membahas skema penerapan harga khusus batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dalam negeri. Hal ini dikatakan Garibaldi selaku Presiden Direktur PT Adaro Energy.

Garibaldi mengatakan Menteri ESDM memberi arahan agar pelaku usaha dan PLN mendapatkan harga batu bara yang terbaik untuk kedua belah pihak. 

Pertemuan ini cukup alot dan belum menemukan titik temu. Untuk itu Menteri ESDM Ignasius Jonan akan kembali mengundang pihak PLN dan produsen pada Rabu depan. 

"Intinya positif dalam arti kata kita semua ingin mencarikan solusi, memang faktor-faktornya tidak mudah karena terdapat kolerasi terhadap royalti, pajak, dan bagian pemerintah daerah." ujar Garibaldi kepada wartawan.

Diketahui, dari total produksi Adaro yang berada di kisaran 52 juta ton-56 juta ton per tahun, sekitar 25% dipasok untuk kebutuhan dalam negeri (domestic market obligation/DMO). Pasokan untuk PLTU mendominasi dengan kisaran 23%.

Sementara sejak tahun lalu, PLN mengusulkan agar harga batu bara untuk PLTU dalam negeri menggunakan skema khusus demi mengantisipasi tingginya harga batu bara yang saat ini harga nya hampir menyentuh US$ 100/ton.