KPBB Dorong Pemerintah Segera Hapus BBM Premium

MONITOR, Jakarta – Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Syafruddin,  mendukung penghapusan BBM yang memiliki RON rendah jenis Premium. Selain berdampak negatif bagi mesin kendaraan bermotor, BBM RON rendah juga berakibat buruk terhadap lingkungan hidup dan kesehatan. 

“Karena pembakaran tidak sempurna, maka BBM RON rendah akan menghasilkan emisi sangat tinggi. Selain itu, juga akan menghasilkan karbon monoksida dan nitrogen dioksida yang juga tinggi,” kata Syafrudin.

Menurut Syafrudin,untuk kesehatan, hidrokarbon sangat berbahaya karena bisa memicu kanker. Sedangkan karbon monoksida bersifat racun dan nitrogen dioksida dapat memicu penyakit paru-paru. 

Lebih lanjut menurut menurut Syafrudin, dari aspek teknis, BBM RON rendah juga tidak sesuai lagi dengan standar kendaraan bermotor saat ini. 

Di tengah kebijakan Pemerintah dalam menerapkan standar emisi Euro-4, ternyata BBM RON rendah pun sudah tidak sesuai bagi standar emisi Euro-2. Kendaraan dengan standar Euro-2 tersebut, jelas Syafruddin, minimal memilki Compression Ratio 9:1. 

Ambil contoh untuk sepeda motor matic sudah 9,5:1. Bahkan, mobil low cost green car (LCGC) seperti Datsun Go, Datsun Panca, Toyota Agya, Daihatsu Ayla, pun memiliki rata-rata CR 10:1. 

“Untuk kendaraan dengan CR minimal 9:1 tersebut, harus diisi BBM dengan RON minimal 92. Jadi kalau diisi BBM berkualitas rendah, maka kendaraan tersebut akan rusak. Belum lagi, tingkat keborosan yang mencapai 20%,” jelasnya.