Jadikan Masyarakat Saksi Pembangunan Infrastruktur, KPPIP Gelar Lomba Foto

MONITOR, Jakarta – Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla berkomitmen meningkatkan kesejahteraan rakyat yang adil dan merata melalui pembangunan infrastruktur yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.  Mempercepat realisasinya, Pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN). Melalui Perpres 58 Tahun 2017, sebanyak 245 proyek infrastruktur ditambah dua program masuk dalam PSN.

Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) dihadirkan oleh Pemerintah sebagai bagian dari upaya percepatan. Dengan mandat untuk melakukan pendampingan, memfasilitasi, mengoordinasikan, memberikan rekomendasi perubahan dan/atau penerbitan baru peraturan perundang-undangan dengan tujuan untuk percepatan penyediaan infrastruktur, termasuk menyelesaikan hambatan yang timbul dalam pelaksanaannya. 

Hasilnya, hingga Mei 2017, sebanyak 10 proyek sudah selesai atau sekitar empat persen dari total keseluruhan 245 proyek plus dua program yang masuk dalam PSN, sebanyak 120 proyek atau 49 persen dalam PSN masih dalam tahap konstruksi, 105 proyek atau 42 persen dalam penyiapan dan 12 proyek atau lima persen masih dalam tahap transaksi.

Dukungan dan apresiasi dari masyarakat sangat penting guna mendukung pembangunan infrastruktur. Tentunya, sedikit banyak masyarakat sudah mendengar mengenai gaung gencarnya pembangunan infrastruktur, melalui pemberitaan media massa ataupun saluran informasi lain. Namun tetap diperlukan upaya lain agar masyarakat bisa lebih mendalam mengetahui tahapan-tahapan pembangunan yang sedang dilakukan Pemerintah. Meski mungkin tidak secara komprehensif, tapi minimal masyarakat mengetahui proyek-proyek infrastruktur mana saja yang sedang didorong percepatannya.  

Mempertimbangkan hal itu, Kementerian Koordinator bidang Perekenomian dan KPPIP menyelenggarakan lomba foto pembangunan proyek infrastruktur bertemakan Dengan tema 'Di Darat, Laut, dan Udara, Infrastruktur Kita Bangun'. Menjadikan proyek-proyek yang masuk PSN sebagai objek foto yang dilombakan. 

Direktur Program KPPIP Rainier Haryanto mengatakan, melalui karya fotografi masyarakat diharapkan bisa mendokumentasikan langsung perwujudan dari kemajuan proyek infrastruktur yang sedang berjalan.  "Fotografer (baca: masyarakat) dan hasil karya fotonya akan menjadi saksi sejarah akan wacana program pembangunan infrastruktur yang sudah berjalan realisasinya," ujar dia saat diwawancara di Jakarta, Selasa (15/8).

Rainier memberikan penjelasan mengenai latar belakang tema. Infrastruktur yang sedang gencar dibangun saat ini penekanannya ada di dua aspek, yakni logistik dan energi. Dimana energi menunjang logistik, sedangkan logistik merupakan kata kunci atau backbone untuk pertumbuhan ekonomi. Ketika mendengar kata 'logistik' yang terpikir pertama kali adalah infrastruktur jalan di darat. Sedangkan Pemerintahan Jokowi mengeluarkan konsep jalan tol laut. Dan jika bicara tentang wilayah di Indonesia Timur, juga dibutuhkan 'jalan' atau transportasi di udara. "Karena itu kami menganggap tema tersebut tepat," kata dia.

Pembangunan infrastruktur tidak hanya gencar di Pulau Jawa. Tapi tersebar dari ujung barat hingga timur Indonesia. Karena itu pula lomba foto KPPIP terbuka untuk peserta dari seluruh Indonesia dan terbagi dalam tiga zona. Indonesia bagian Barat untuk peserta dari Pulau Sumatera dan Pulau Jawa), Indonesia bagian tengah untuk peserta dari Pulau Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara. Dan Indonesia bagian timur untuk Pulau Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Harapannya, masyarakat dari segala penjuru di kepulauan di Indonesia bisa ikut berpartisipasi sebagai peserta lomba. Sehingga bisa berdatangan karya-karya foto proyek infrastruktur dari peserta yang tinggal di Jawa Barat, Papua, Lombok, Sumatera, Sulawesi, Maluku, dan daerah lain di seluruh Indonesia. 

Hadiahnya pun menggiurkan, total mencapai Rp 300 juta lebih, terbagi dalam kategori profesional/ jurnalis, umum, dan pelajar.  Tutur Rainier, tentunya ada perbedaan penilaian untuk tiap kategori. Untuk kategori umum dan pelajar, tim juri tidak terlalu menitikberatkan di urusan artistik seperti di kategori professional dan jurnalis yang menggunakan peralatan mumpuni. Meskipun juga tetap melihat unsur clarity(kejernihan) dan momentum. 

“Kita tidak mengutamakan penilaian pada teknik khusus yang digunakan, tetapi lebih melihat pendokumentasian yang baik (dari peserta umum dan pelajar)," kata dia.

Peserta diberi kesempatan mengirimkan karya foto sejak tanggal 7 hingga 21 Agustus 2017. Rencananya, pemberian hadiah akan digelar di Monas, Jakarta Pusat pada tanggal 27 Agustus 2017.