Indeks Performa Perdagangan dari G7 ke Negara-negara E7

MONITOR, Jakarta- Standard Chartered meluncurkan Indeks Performa Bisnis negara-negara anggota Group of Seven (G7) ke negara yang tergabung dalam Emerging Seven (E7) atau negara-negara berkembang seperti Bangladesh, Cina, India, Indonesia, Nigeria, Pakistan, dan Vietnam.

Dalam paparannya, Standard Chartered mencatat, negara-negara G7 sebagian diantaranya Ingris, Amerika Serikat dan Prancis telah menyadari keuntungan besar jika mereka dapat memenuhi potensi perdagangan dengan negara E7, sementara Jerman yang juga tergabung di dalam jajaran negara-negara maju tersebut menunjukkan performa terbaik sebagai satu-satunya negara yang melampaui total potensi perdagangan dengan E7.

Dalam indeks tersebut nampak adanya performa perdagangan yang menurun dari negara-negara G7 ke negara-negara E7. Dimana dari 49 jalur perdagangan dari G7 ke E7, hanya sembilan perdagangan yang saat ini telah memenuhi atau melampaui target.

Sisahnya, dengan nilai total perdagangan 162 miliar dolar AS, tidak mampu memenuhi target ekspor mereka. Menurut Standard Chartered, hal tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat peluang pertumbuhan tahunan perdagangan ekspor dari G7 ke E7 sebesar 30 persen. Hal itu lantaran E7 merupakan jalur perdagangan yang krusial dan penting bagi masa depan pertumbuhan negara G7 pada tahun 2018 ini.

Michael Vrontamitis, Head of Trade for Europe and Americas Standard Chartered menjelaskan, jika melihat keanggotaan G7 yang kini tidak lagi menjadi acuan untuk pertumbuhan ekonomi, maka indeks kinerja perdagangan G7 ke E7 tersebut mengungkap peluang pertumbuhan yang aktual.

"Setiap negara G7 memiliki peluang yang tinggi untuk mempercepat kinerja ekspor mereka di tujuh negara ekonomi yang telah kami identifikasi sebagai Emerging Seven (E7)," paparnya.

Menurutnya, indeks yang telah dirilis menunjukkan bahwa jika ekonomi G7 mengorientasi kembali strategi perdagangan mereka terhadap E7, dimana terdapat peluang nilai tambahan sebesar 162 miliar dolar AS per tahun, dan keuntungan langsung sebesar 30 persen, maka jelas E7 mewakili peluang perdagangan multi-miliar dolar bagi pemerintahan dan bisnis G7 yang mencari diversifikasi dan pertumbuhan ekspor.

"Perusahaan harus mengembangkan strategi-strategi dengan sektor spesifik dan koridor, kemudian mengidentifikasi bagaimana mereka dapat meningkatkan peluang bisnis di sana," tambahnya.

Untuk diketahui, indeks tersebut memaparkan peluang ekspor komoditas G7 ke tujuh pasar negara berkembang yang teridentifikasi, yakni Bangladesh, Cina, Indonesia, India, Nigeria, Pakistan dan Vietnam. Kelompok negara tersebut juga mewakili 49 jalur perdagangan ekspor. 

Standard Chartered menggunakan pengukuran dengan mempertimbangkan beberapa faktor utama ekspor, meliputi ukuran pasar, geografi, variabel budaya, status perdagangan regional menjadi gravity trade model. Model tersebut menunjukkan total potensi ekspor tahunan dari seluruh 49 jalur perdagangan ekspor.

Dalam menyusun studi tersebut, Standard Chartered bermitra dengan Oxford Analytica, konsultan analisa makro independen dalam menyusun studi tersebut.

Berikut temuan utama Indeks Performa Perdagangan Standard Chartered dari G7 ke E7 :