Freeport Kurang Kemauan Bangun Smelter

Monitor, Jakarta-Menteri ESDM Ignasius Jonan siang tadi rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI. Jonan didampingi pejabat teras Kementerian ESDM.

Sementara itu, hadir juga Executive Vice President Director PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas, Direktur PTFI Clementino Lamury, dan Komisaris Utama PT Medco Energi Internasional Muhammad Lutfi.

Rapat berlangsung tertutup karena ada isu-isu sensitif yang akan dibahas. Setelah 5 jam 30 menit, akhirnya rapat berakhir pukul 06.00 WIB. Usai rapat, baik Freeport maupun pemerintah bungkam.

Anggota Komisi VII DPR, Totok Daryanto, mengungkapkan bahwa para anggota dewan dalam rapat tadi mengkritisi pemberian izin ekspor konsentrat untuk Freeport. Harusnya, kata Totok, izin ekspor diberikan setelah Freeport menunjukkan kemajuan signifikan dalam pembangunan smelter.

"Freepot itu supaya dihentikan izin ekspornya apabila tidak jelas pembangunan smelternya. Kemudian, pemerintah agar berlaku adil dalam memberikan izin ekspor untuk tambang-tambang. Intinya itu saja," kata Totok saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/6).

Pihaknya menilai, Freeport belum berkomitmen menjalankan hilirisasi mineral di dalam negeri. DPR ingin pembangunan smelter segera dijalankan Freeport.

"Alasannya belum jelas, karena dari dulu katanya mau dibangun di Papua atau Gresik. Jadi, menurut saya itu Freeport itu memang kurang memiliki kemauan untuk membangun smelter di Indonesia. Maunya itu ya jual konsentrat saja," pungkasnya.