Ekspor dan Impor China Meningkat

Monitor, Jakarta – Di tengah melemahnya harga komoditas, China mampu membukukan pertumbuhan ekspor dan impor yang lebih kuat dari perkiraan pada bulan Mei 2017. Berdasarkan data resmi Badan Administrasi Bea Cukai China, ekspor China meningkat 8,7% pada bulan Mei dibanding bulan yang sama tahun (year-on-year/yoy), sedangkan impor melonjak 14,8% yoy.

Analis yang disurvei oleh Reuters telah sebelumnya meperkirakan ekspor meningkat 7,0% pada bulan Mei, setelah naik 8% (yoy) pada April. Adapun impor sebelumnya diperkirakan meningkat 8,5% setelah menguat 11,9% pada April.

Dengan nilai ekspor dan impor tersebut, China mencatat surplus neraca perdagangan pada bulan Mei sebesar US$40,81 miliar, lebih tinggi dari surplus bulan April sebesar US$38,05 miliar.

Dari jumlah tersebut, surplus perdagangan China dengan AS mencapai US$22,0 miliar pada Mei, naik dari US$21,34 miliar di bulan April.

Sebelumnya, investor global khawatir atas ekonomi China setelah Moody's Investors Service menurunkan rating kredit negeri tirai bambu ini bulan lalu dan mengatakan bahwa kekuatan ekonomi China akan terkikis di tahun-tahun mendatang karena perlambatan pertumbuhan dan hutang yang terus meningkat.

Seperti dilansir Reuters, impor telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, sebagian besar didorong oleh impor bijih besi dan komoditas lainnya menyusul lonjakan pembangunan infastruktur, sementara ekspor mulai pulih berkat peningkatan permintaan global setelah beberapa tahun mengalami kontraksi.

Namun, analis memperkirakan pertumbuhan perdagangan akan melambat pada bulan bulan Mei, karena langkah-langkah pemerintah untuk meredam lonjakan harga rumah sehingga menekan investasi properti.