Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital, Kominfo Tegaskan Kemudahan Regulasi

MONITOR, Jakarta – Untuk mendorong Ekonomi Digital, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah melalui kementeriannya adalah dengan menyederhanakan regulasi.

"Cara Kominfo untuk mendorong itu (ekonomi digital): the best regulation is less regulation," katanya saat menjadi pembicara pada acara Digital Economic Briefing 2017 di Head Office Indosat Ooredo, Jakarta, Rabu,15 November 2017.

Lebih lanjut, kata Rudiantara, langkah Kemenkominfo untuk mendorong ekonomi digital, termasuk startup, salah satu bentuk kemudahan yang ditawarkan pihaknya adalah startup yang menjalankan usaha tidak perlu meminta izin.

"Penyelenggara sistem elektronik PSE cukup melaporkan atau registrasi, tidak perlu izin," ujarnya.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika, menurut Rudiantara, perlu memberikan ruang inovasi seluas-luasnya kepada generasi muda.

"Kepada siapa pun yang mau memanfaatkan perubahan-perubahan, perubahan proses bisnis cara baru dengan menggunakan teknologi," ucapnya.

Rudiantara menyebutkan, secara makro, ekonomi Indonesia saat ini sudah berpindah dari ekonomi berbasis komoditas ke ekonomi berbasis jasa. Beberapa jasa yang ada saat ini di antaranya e-commerce atau ekonomi digital serta retail online.

"Padahal regulasinya mayoritas masih regulasi ekonomi berbasis komoditas. Ketika saya datang ke universitas – universitas, yang saya lebih sukai adalah ketika penerimaan mahasiswa baru, karena para mahasiswa baru sangat antusias dan bersemangat. Mindsetnya harus berubah, bukan bagaimana lolos interview melamar kerja masuk perusahan – perusahaan, tapi bagaimana agar dapat menciptakan lapangan pekerjaan sehingga menumbuhkan semangat untuk menjadi the next unicorn Indonesia. We gotta crack our mind. Abang – abang ojek online, mas mba driver online bak pahlawan fiskal. Mereka (500.000an) immediately bisa menjadi wajib pungut, penyumbang pajak penghasilan bagi negara. Hal seperti yang sehatusnya diberikan insentif, bukan sekedar reward. Ini yang banyak," tuturnya.

Rudiantara juga menyatakan bahwa untuk mendorong industri ekonomi digital lebih maju, sedikitnya ada tujuh fokus regulasi yang tengah digodok. Ketujuh regulasi itu meliputi pengembangan sumber daya manusia, cara mendanai startup, perpajakan, logistik, dan perlindungan konsumen. Selain itu, regulasi lainnya terkait dengan cyber security dan infrastruktur industri informasi, komunikasi, dan teknologi.

Adanya target Visi 2020 yang tinggi bagi pertumbuhan ekonomi digital, 1000 Startup dengan valuasi bisnis 10 miliar dolar AS, pertumbuhan 50 e-commerce per tahun dan nilai transaksi 130 miliar dolar AS. Target ini memerlukan effort yang lebih di tahun 2018 dibandingkan tahun sebelumnya. Tidak hanya pada e-commerce tetapi juga aplikasi dan mode digital lainnya seperti jasa keuangan dan game.