Disaksikan Presiden, BRI Serahkan KUR Untuk TKI Purna di Malaysia

MONITOR Kuching – Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Suprajarto secara simbolis menyerahkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada tiga orang tenaga kerja Indonesia (TKI) purna (yang telah kembali dari luar negeri) di Malaysia, Rabu (22/11). Penyerahan tersebut disaksikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo, Duta Besar RI untuk Malaysia Rusdi Kirana, serta Konjen RI Koching Jahar Gultom.

Ya, hari itu Malaysia dipilih menjadi tempat Presiden RI menggelar pertemuan masyarakaat Indonesia. Hal itu mengingat Negeri Jiran tersebut telah menjadi salah satu kantong TKI terbanyak dari negara-negara tujuan TKI lainnya. Acara yang dihadiri enam Menteri Kabinet Kerja dan dihadiri sekitar 6000 TKI tersebut dilaksanakan di Stadium Perpaduan, Kching.

Saat penyerahan KUR secara simbolis oleh Suprajarto tersebut, Presiden Jokowi mengungkapkan, setelah kembali ketanah air, diharapkan para TKI purna dapat mengajukan kredit kepada Bank BRI untuk menjadi wirausahawan di Indonesia.

"KUR tersebut jangan dihabiskan, harus dihitung dan dikalkulasi betul agar bisa mengembalikan dan usahanya semakin besar," kata Presiden dihadapan para TKI yang hadir.

Memambahkan harapan Presiden, Suprajarto mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen untuk memberikan layanan keuangan yang terintegrasi bagi para TKI di luar negeri. "Bank BRI berkomitmen untuk memberikan layanan keuangan yang terintegrasi bagi para Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri," ujarnya.

Untuk diketahui, sejak 2010 lalu Bank BRI bekerjasama dengan OJK dan BI secara aktif memberikan Edukasi Literasi Keuangan kepada tenaga kerja di kantong-kantong TKI di Indonesia. Bersama BNP2TKI, BRI juga menggelar pelatihan bagi para TKI yang akan berangkat ke luar negeri.

Tak hanya TKI yang akan berangkat, untuk TKI yang telah kembali ke Indonesia, BRI juga memberikan beberapa fasilitas, diantaranya melalui KUR BRI dan program Desa Migran Produktif, "Harapannya, dengan pemberdayaan yang diberikan oleh Bank BRI bisa meningkatkan kualitas dan kapabilitas TKI sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan, baik bagi TKI itu sendiri dan keluarganya," pungkas Suprajarto.