BEI Optimistis Tahun Ini IHSG Bergerak Positif

MONITOR, Jakarta – Musim rilis kinerja keuangan, perusahaan baik swasta maupun BUMN yang mencari modal dari bursa efek dengan cara menerbitkan efek (Emiten) yang tak mampu mengangkat sebagian besar harga saham di  Bursa Efek Indonesia  (BEI). Bahkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali masuk zona psikologis 6.300-an.

IHSG kemarin ditutup dan menguat 0,47% menjadi 6,382,62. IHSG sudah merosot 4,59% dibanding posisi tertingginya sepanjang sejarah di level 6.689,29, pada 19 Februari 2018. Sejak terakhir, kapitalisasi pasar bursa sudah menguap Rp 341,91 triliun.

Adapun atas isu yang membayangi pasar, selain faktor dari dalam negeri, pasar modal indonesia terimbas aura negatif global, kondisi ini ditambah dengan kenaikan bunga acuan The Fed pada 22 Maret nanti.

"Akan berlangsung rapat FOMC, dengan agenda arah suku bunga The Fed. Sejatinya, investor sudah tak mencemaskan kenaikan bunga The Fed , yang lebih dikhawatirkan adalah ketidakpastiannya," kata Kepala Riset Khatulistiwa Swarna Sekuritas David Sutyanto, Jumat (16/3).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Riset Mirae As set Sekuritas,Taye Shim menilai, inflasi Indonesia yang rendah sejak 2017 juga menjadi faktor pendorong asing. Belum lagi, inflasi Februari lalu tak sesuai.

"Secara teknikal, IHSG masih berpeluang terkoreksi. Apalagi, kondisi makro domestik masih gamang. Ada kecemasan karena rupiah terus menguat terhadap dolar AS," kata Frederik.

Frederik memprediksi, dalam skenario terburuk, jika IHSG jebol dan menembus support 6.300, bukan tak mungkin turun bisa terus ke level 6.100.

Tetapi, di tengah berbagai gambaran negatif yang membayangi pasar, BEI masih optimistis IHSG bergerak positif pada tahun ini, Diprediksi IHSG bisa mencapai 6.795 selama ini.