Anak Perusahaan Pertamina Raih 14 Penghargaan di Ajang ISDA

MONITOR, Jakarta – Anak Perusahaan PT Pertamina (Persero), PT Pertamina EP meraih 14 penghargaan di ajang Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA) yang diselenggarakan Corporate Forum for Community Development (CFCD) beberapa waktu lalu.

Anak perusahaan pertamina tersebut meraih penghargaan  dalam tiga kategori penghargaan dibidang tanggung jawab sosial dunia usaha atau Corporate Social Responsibility (CSR), yaitu  Platinum, Gold, dan Silver.

Public Relations Manager PT Pertamina EP, Muhammad Baron mengatakan enam lapangan (field) tercatat memperoleh penghargaan  kategori platinum, yaitu Pengelolaan Sampah Rumah Inspirasi (Field Subang Pertamina EP Asset III), Siekula Anak Nanggroe (Field Rantau Pertamina  EP Asset I), Sekolah Tapal Batas (Field Tarakan Pertamina EP Asset V),  dan Penghijauan di Kawasan CSR Terpadu Wisata Alam Lirik (Field Lirik Pertamina EP Assset I0.

Selain itu, penghargaan platinum diraih untuk Budidaya Lele di Tanah Berongga (Field Rantau Pertamina EP Asset I) dan Budidaya Domba Komunal (Field Jatibarang Pertamina EP Asset III).

Pertamina EP juga memperoleh lima penghargaan gold melalui program energi terbarukan di Field Subang, Desaku Terang di Field Poleng Pertamina EP Asset IV, Program Anayaman Tepas di Field Rantau, Rumah Layak Huni oleh Pertamina EP Asset II, dan Revitalisasi Posyantu oleh  Field Papua Pertamina EP Asset IV.

“Untuk penghargaan kategori silver, kami meraihnya melalui tiga field, yaitu  program pengolahan sampah   dengan sistem 4R (reuse, reduce, recycle, dan remove) dan Olah Makanan Hasil Rumput Laut oleh Field Tarakan Pertamina EP Asset V serta sarana air bersih oleh Field Poleng Pertamina EP Asset IV,” ujar Baron melalui siaran pers, Kamis (22/9).

Menurut Baron, CSR merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan di sekitar wilayah kerja Pertamina EP untuk memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan.

Saat ini, produksi minyak Pertamina EP hingga akhir Agustus 2017 sebesar 77.975 barel per hari (bopd) dan gas 998 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) dibandingkan akhir Agustus 2016 yang tercatat 85.114 bopd minyak dan 989 MMscfd gas karena sulitnya mencari dan mengangkat minyak saat kondisi migas saat ini.

"Kami bersyukur mendapatkan kesempatan untuk membuktikan komitmen kami terhadap pengembangan masyarakat serta lingkungan. Kami akan menganggap penghargaan ini sebagai pemicu kami untuk terus dapat meningkatkan program pemberdayaan masyarakat kedepannya,” katanya.