Panen Lagi, Tanam Lagi, Cara Parimo Menjadi Lumbung Beras

MONITOR, Parigi – Akhir Januari 2018 nanti memasuki panen raya padi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah melimpah dan harga beras stabil.

Kepala Dinas Tanaman pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Nelson Metubun mengatakan  luas panen Parigi Moutong 2017 seluas 57.000 ha dengan produktivitas 5,4 ton/ ha yang menghasilkan padi sebanyak 307.800 ton GKP atau setara beras 173.080 ton.
Dengan jumlah penduduk 420 ribu jiwa dengan asumsi konsumsi per kapita per tahun adalah 139 Kg, maka konsumsi total adalah 58.433 ton. 

“Dengan demikian kabupaten Parimou adalah wilayah surplus beras dan dapat memasok kebutuhan beras utk kabupaten lainnya di Sulteng dan bahkan tidak sedikit beras dari Kab. Parimou mengalir ke propinsi lain yg berdekatan,” demikian kata Nelson, Sabtu (6/1).

“Di kabupaten Parimo, setiap saat ada panen dan ada tanam. Mayoritas varietas Ciherang,” tambahnya.

Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Kementan, Mat Syukur menjelaskan ini sedang panen padi 25 hektar di 3 desa Kecamatan  Mepanga, varietas Ciherang dengan produktivitas 5,98 ton per hektar. Panen padi di Sulawesi Tengah beberapa hari di awal Januari 2018 ini saja adalah seluas 1.724 ha dengan produksi sekitar 8.446 ton.

“Produksi melimpah dengan adanya program Upsus ini,” ujarnya.
 
Pada kesempatan panen tersebut, Kepala Dinas Pertanian, hortikuktura dan perkebunan Kabupaten Parimo mengatakan ini siap-siap mau tanam padi lagi. Jadi setelah panen langsung tanam lagi, karena air tersedia cukup.  

“Ini kan sudah swasembada, jadi Pemerintah jangan impor beras ya, karena kalau sekarang pemerintah impor beras maka harga padi akan jatuh dan petani merugi. Bisa-bisa minat petani bertanam padi akan menurun,” ungkapnya.