WFP Sebut Myanmar Telah Buka Jalur Bantuan Pangan ke Rakhine

MONITOR, Jenewa – World Food Programme (WFP) mengatakan, Pemerintah Myanmar telah sepakat untuk mengizinkan PBB untuk melanjutkan distribusi makanan ke negara bagian Rakhine State. Dimana distribusi telah diskors selama dua bulan.

Dilansir Reuters, Jumat (27/10) kesepakat tersbut muncul saat UNICEF melaporkan bahwa anak-anak pengungsi Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh tengah dalam keadaan "mendekati kematian" dan malnutrisi.

WFP sebelumnya mendistribusikan jatah makanan kepada 110.000 kepada komunitas Rohingya. "WFP telah diberi lampu hijau untuk melanjutkan operasi bantuan pangan di bagian utara Rakhine. Kami bekerjasama dengan pemerintah untuk mengkoordinasikan rinciannya," kata Juru Bicara WFP Bettina Luescher kepada wartawan di Jenewa.

Namun, pihaknya belum mengetahui waktu dan detail tentang usulan pemberian bantuan ke Rakhine tersebut lantaran hingga kini persoalan tersebut masih dibahas dengan pihak berwenang Myanmar.

"Kita harus melihat situasinya seperti apa di lapangan. Sangat sulit untuk mengetahui hal tersebut jika anda tidak bisa masuk," kata Leuscher.

Badan PBB yang mebidangi anak-anak, UNICEF dalam kesempatan yang sama mengatakan, tingkat kekurangan gizi di kota Maungdaw dan Buthidaung di Rakhine sudah berada di atas ambang batas darurat sebelum krisis.

"Sejak 25 Agustus, kami harus berhenti merawat 4.000 anak-anak dengan malnutrisi akut di Rakhine utara karena kami tidak memiliki akses," kata Juru Bicara UNICEF Marixie Mercado.