Usaha Catalonia Proklamirkan Kemerdekaan Terhadang Putusan MK

MONITOR, Madrid – Usaha Catalonia untuk memproklamirkan kemerdekannya rupanya masih menemui kendala, setelah bentrokan antara masa pro-kemerdekaan Catalan dengan petugas saat referendum yang digelar Minggu (1/10) lalu, kini  Mahkamah Konstitusi (MK) Sepanyol mengeluarkan larangan parlemen Catalonia untuk menggelar sidang Senin mendatang.

"Hakim memerintahkan penghentian pleno yang telah diserukan pada Senin di parlemen (Catalan)," kata MK Spanyol dalam sebuah pernyataan, Kamis (5/10).

Jika sidang tetap dilaksanakan oleh parlemen Catalonia, tak tanggung-tanggung MK menyebutnya sebagai pelanggaran konstitusi.

Putusan tersebut sejalan dengan apa yang dikatakan Perdana Menteri Spanyol Mario Rojoy, menurutnya deklaraasi kemerdekaan Catalonia agaknya dihindari untuk situasi lebih kondusif.

"Sedini mungkin, bahwa tidak akan ada deklarasi kemerdekaan sepihak, karena dengan cara itu kejahatan yang lebih besar akan dihindari," katanya dalam sebuah wawancara dengan kantor berita EFE.

Mengomentari pelarangan-pelarangan yang terjadi, Ketua Parlemen Catalonia Carme Forcadell mengatakan, agenda Senin nanti memang belum direncanakan secara formal. Kendati demikian, menurutnya pelarangan yang terjadi merupakan salah satu bentuk pengekangan.

"Membahayakan kebebasan berekspresi dan hak inisiatif anggota parlemen dan menunjukkan sekali lagi bagaimana pengendalian digunakan untuk memecahkan masalah politik," kata Forcadell.