Tarif Commuter Line Dipastikan Stabil

MONITOR, Jakarta – Dana subsidi pemerintah yang dialokasikan bagi PT Kereta Counter Indonesia (KCL) sebesar Rp2 triliun rupanya tak sebanding dengan target penumpang commuter line yang mencapai 320 juta orang. Hal demikian diungkapkan Direktur Utama PT KCI, Muhamad Nurul Fadhila.

Fadhila menyatakan, nilai subsidi yang dianggarkan di tahun ini justru lebih kecil dibandingkan tahun 2017 lalu yakni sebesar Rp2,09 triliun. Kendati demikian, ia memastikan perusahaannya tidak akan menaikkan tarif KRL di tahun ini.

“Yang jelas ini (dana subsidi) pasti terserap habis. Tapi apabila pada akhirnya kurang, kami memiliki teknik tertentu agar tarif commuter line tetap disubsidi,” ujar Fadhila kepada wartawan.

Di tahun 2016, PT KCI mencatat jumlah penumpang commuter line mencapai 280.586.407 orang dengan rata rata 833.675 penumpang per hari.

Sedangkan di tahun 2017, jumlah penumpang meningkat menjadi 315.811.848 orang dengan rata rata 993.992 orang per harinya. 

“Dalam dua tahun terakhir penumpang meningkat sekitar 22,8% atau 58 juta,” jelasnya.