Tahanan Rutan Tanjungpinang Gantung diri di Sel

MONITOR, Tanjungpinang – salah seorang warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Tanjungpinang, Muhammad Saputra (32 th) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di ruang sel, Selasa (2/1).

Ia diduga bunuh diri dengan seuntai tali dari handuk yang sudah dirajut, kemudian diikatkan ke lehernya.

Terkait kasus tersebut, Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang, Rony Dwiyatmoko, mengatakan pertama kali yang menemukan jasad Saputra adalah penjaga Rutan. Jasad Saputra ditemukan petugas yang sedang mengawasi kondisi ruang tahanan.

Mendekati Blok Penyengat, petugas merasa kaget karena menemukan Saputra dalam kondisi tergantung di depan pintu. Petugas jaga langsung melaporkannya kepada komandan jaga.

"Komandan jaga langsung menghubungi saya. Saputra tergantung di depan pintu sel tahanan Rutan, Blok Penyengat, sekira pukul 01.45 WIB," ujarnya.

Roni mengatakan, Muhammad Saputra merupakan warga binaan dengan kasus tindak pidana asusila. Pengadilan Negeri Tanjungpinang menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara lantaran melanggar UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002.

Sebelumnya, Muhammad Saputra sempat mencoba melakukan bunuh diri saat sidang putusan di Pengadilan Negeri Tanjungpiang pada 7 Desember 2017, namun gagal.

"Ada upaya mau bunuh diri, namun gagal pada saat itu. Dari situ kami sudah mendapatkan tanda-tanda," katanya.

Roni menjelaskan, Saputra sebelum gantung diri sempat menulis surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan bunuh diri lagi. Dia juga meminta untuk ditempatkan di ruang tahanan yang tidak terlalu banyak warga binaan.

"Jadi kita kabulkan permintaannya," ujarnya.

Ronny mengemukakan, petugas juga menemukan selembar kertas bertuliskan pesan-pesan dan ungkapan dari Saputra.

"Tadi malam kami menemukan secarik surat yang intinya bahwa seolah-olah dia tidak terima hasil keputusan dari pengadilan," ucapnya.

Jasad Saputra kemudian dievakuasi ke RSUD Tanjungpinang. Saat ini pihak Rutan Kelas I Tanjungpinang masih menunggu konfirmasi dari pihak keluarganya.

"Kami coba hubungi keluarganya. Jika tidak ditemukan titik terang dari keluarganya, maka jasad akan dimakamkan oleh negara karena kami mempunyai saksi juga dari kepolisian dan penyidik," pungkasnya.