Respon Pengakuan AS Atas Yerusalem, ISIS Kembali Tebar Ancaman

MONITOR, Cairo – Imbas dari pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel rupanya kian meluas, kali ini ancaman datang dari ISIS, kelompok yang dianggap teroris di berbagai negara termasuk Indonesia.

Dilansir Reuters, dalam salah satu unggahan di akun mendia sosial kelompok tersebut, Kamis (14/12) kelompok tersebut mengunggah pesan singkat berjudul "Wait For us (Tunggu Kami)" dan "ISIS in Manhattan (ISIS di Manhattan)", kelompok tersebut mengatakan akan melakukan operasi dan menunjukkan gambar New York Times Square dengan gambar mirip bahan peledak, bom dan detonator.

"Kami akan melakukan lebih banyak ops di tanah Anda, sampai jam terakhir dan kami akan membakar Anda dengan api perang yang anda mulai di Irak, Yaman, Libya, Suriah dan Afghanistan. Tunggu saja," lanjut kelompok tersebut.

"Pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel akan membuat kita mengenali bahan peledak sebagai ibu kota negara Anda." kata ISIS dengan menyebut nama 'Trump'.

Keputusan Washington telah memicu kemarahan dan protes yang meluas di seluruh dunia. Yerusalem sendiri adalah kota yang menjadi inti konflik Israel-Palestina selama beberapa dekade.

Sementara ISIS, kelompok yang dianggap teroris di berbagai negara dan telah diusir dari beberapa wilayah, termasuk Irak, Suriah dan Filipina tahun ini. Imbasnya mereka kini menjadi kelompok-kelompok kecil yang menyebar di berbagai wilayah dan mereka yang masih mengaku setia terhadap ISIS telah melakukan sejumlah serangan mematikan di Eropa, Timur Tengah, Afrika, Asia dan Amerika Serikat selama dua tahun terakhir.