Pasukan Irak Kepung Tempat ISIS Memproklamirkan Diri

Monitor, Mosul – Pasukan Irak yang didukung Amerika Serikat (AS) telah mengepung sebuah Masjid di Mosul, Rabu (21/6) tempat dimana ISIS mengumumkan kekhalifahannya tiga tahun lalu.

Dilansir Reuters, seorang pejabat militer Irak mengkonfirmasi bahwa pasukan telah mengepung benteng ISIS di Kota Tua Mosul, tepatnya di Masjid Al-Nuri yang telah berdiri sejak abad pertengahan. Pengepungan itu telah terjadi sejak Selasa kemarin.

Sebuah pernyataan militer Irak menjelaskan, Tentara Conter Terrorism Service (CTS) berjarak 200-300 meter dari Masjid tersebut. Gambaran umum mengenai situasi di lokasi tersebut juga didukung oleh keterangan seorang komandan senior koalisi internasional yang memerangi ISIS.

"Kami menyerang secara bersamaan dari berbagai bidang untuk memecah mereka menjadi kelompok yang lebih kecil supaya lebih mudah untuk dilawan," kata seorang perwira Polisi Federal, salah satu kekuatan yang turut serta dalam pengepungan Kota Tua Mosul.

(Baca: Irak Lancarkan Serangan Terakhir Rebut Mosul dari ISIS)

Pengepungan menjadi sulit lantaran lebih dari 100.000 penduduk sipil terjebak di rumah-rumah tua yang rapuh dengan sedikit makanan, air dan obat-obatan saat pengepungan terjadi.

"Kami berusaha untuk menjaga keluarga tetap berada di dalam rumah mereka, setelah kami mengamankan blok mereka, kami mengevakuasi mereka melalui jalur yang aman," kata Komandan Senior CTS, Abdul Ghani al-Assadi kepada televisi pemerintah Irak.

Seorang tentara AS berjalan di pangkalan pasukan koalisi, Mosul Barat, Irak.

Foto: Seorang Tentara Amerika Serikat berjalan di sebuah pangkalan pasukan koalisi, Mosul Barat, Rabu (21/6)

 

 

Dalam kampanye yang dilakukan sejak 17 Oktober tahun lalu ini, koalisi pimpinan AS memberikan dukungan udara dan darat.

Untuk diketahui, Pemimpin ISIS, Abubakar Al-Baghdadi memproklamirkan dirinya sebagai khalifah di Masjid tersebut setelah para pemberontak menyerbu beberapa daerah di Irak dan Suriah. Bendera hitamnya telah bertengger di menara Masjid bersejarah itu sejak Juni 2014.