Menpora ajak Masyarakat sambut Kedatangan Zohri Besok

Menpora, Imam Nahrawi saat nonton bareng (nobar) pertandingan Final Piala Dunia 2018 antara Perancis VS Kroasia, Minggu (15/7) malam di halaman Kantor Kemenpora. (dok. Kemenpora)

MONITOR, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi angkat bicara mengenai pelari muda Lalu Muhammad Zohri yang menurutnya adalah jebolan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Nusa Tenggara Barat (PPLP NTB) yang dibiayai pemerintah melalui Kemenpora.

Menpora mengaku bersyukur di saat euforia Piala Dunia muncul seorang anak muda Indonesia bisa mengemparkan dunia dalam hal ini Muhammad Zohri yang berhasil mengukir prestasi membanggakan sebagai juara di Kejuaraan Dunia Atletik 100 Meter U-20.

“Artinya Zohri menjadi salah satu alat pemersatu dari sebuah perbedaan. Dan saya berterima kasih kepada Zohri dengan segala kehebatannya. Kita akan terus mendorong  Zohri- Zohri baru di bumi kita ini sebagai alat pemersatu perbedaan,” katanya saat nonton bareng (nobar) pertandingan Final Piala Dunia 2018 antara Perancis VS Kroasia, Minggu (15/7) malam di halaman Kantor Kemenpora.

Pada kesempatan tersebut, Menpora juga mengajak Masyarakat untuk menyambut kedatangan Zohri yang akan tiba di tanah air Selasa (17/7) nanti.

“Kami mengajak ibu bapak sekalian untuk menyambut tentu dengan niat yang ikhlas untuk menyambut Zohri bersama teman-temannya yang sudah berjuang di Finlandia. Dan kita berharap bisa diterima oleh Presiden bersama juara dunia yang lain,” tambahnya.

“Zohri itu sampai sekarang masih dibiayai oleh Kemenpora melalui Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Nusa Tenggara Barat (PPLP NTB). Kemenpora ini punya 34 PPLP belum lagi Sekolah Olahraga Ragunan sebagai lembaga pelatihan untuk atlet Junior yang dibiayai oleh Kemenpora termasuk Zohri,” jelasnya.

Karena itu, lanjutnya, kita akan selalu hadir dan akan terus hadir sesuai dengan UU SKN yang mewajibkan pemerintah dalam hal ini Kemenpora bertanggung jawab terhadap prestasi pembinaan dan pengawasan cabang olahraga.

“Makanya saya meminta kepada semua cabang olahraga wajibkan pembinaan, pembibitan dan kompetisi di usia muda. Kalau perlu usia di bawah 10 tahun itu lakukan kompetisi,” ucapnya.

Advertisementdiskusi publik wagub dki