Program Warisan Ahok Ditolak Banggar, PDIP Walk Out Serentak

Fraksi PDIP serentak walk out saat rapat Banggar DKI (dok: Tribunnews)

MONITOR, Jakarta – Rapat Badan Anggaran DPRD Jakarta berlangsung ricuh. Ini terjadi selang adanya aksi walk out sejumlah anggota Banggar dari Fraksi PDIP.

Aksi walk out dilakukan, lantaran mereka tak sepakat kalau anggaran waduk Situ Embung dan kelengkapan aliran timur senilai Rp 24 M ditolak oleh pimpinan Banggar.

Usut punya usut, ternyata pembangunan waduk Situ Embung merupakan program yang pernah dicanangkan oleh Basuki Tjahaja Purmama (Ahok) saat jadi Gubernur Jakarta.

Anggota fraksi PDIP walk out saat pimpinan rapat Banggar, M Taufik, mengetok palu yang menandakan anggota rapat sepakat menolak anggaran waduk Embung tersebut.

Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono, orang pertama yang melakukan walk out, disusul oleh anggota fraksi PDIP lainya seperti Ida Mahmuda.

Ditanya kenapa aksi walk out dilakukan, Ida pun mengatakan kalau M Taufik tidak fair dalam memimpin sidang.

Menurut Ida, Taufik tak paham kalau pembangunan waduk embung itu adalah program prioritas. Apalagi anggaran yang diajukan Rp 24 miliar itu adalah anggaran pengajuan tambahan karena pembangunan waduknya sudah berjalan 90 persen.

“Ini kan pembangunannya sudah tinggal 10 persen lagi. Jadi alasan menolak penambahan 24 miliar karena waktu mepet itu terlalu mengada-ada,” tegasnya.

Lebih lanjut Ida pun keheranan, lantaran kenapa pihak legislatif enggan menambahkan saat eksekutif meminta, namun ketika legislatif yang mengusulkan penmbahan anggaran, prosenya berlangsung alot.

“Nah sekarang giliran eksekutif yang minta? ada apa dengan ini, kami dari fraksi PDI Perjuangan ingin penyelesaian banjir selesai, biar masyarakat yang menilai,” pungkasnya.