Lima Fakta Mengejutkan Dibalik Berdirinya Kerajaan Ubur-Ubur

Ratu Ubur-Ubu, Aisyah Tusalamah Baiduri Intan

MONITOR – Tak hanya orang yang mengaku tuhan, nabi, atau malaikat saja, belakangan ada banyak sekali aliran yang mengaku umat Rosulullah tetapi dinilai menganut paham sesat. Salah satu yang sedang marak diperbincangkan adalah Kerajaan Ubur-ubur.

Ini bukan tentang cerita Spongebob ya, tetapi satu aliran yang dianggap menyimpang di lingkungan Sayabulu, Kota Serang, Banten membuat resah warga. Meski sekarang sudah diamankan oleh pihak MUI (Majelis Ulama Indonesia), begini cerita lengkap tentang terbentuknya Kerajaan Ubur-ubur serta aktivitas apa saja yang mereka lakukan.

1. Asal mula nama Kerajaan Ubur-ubur

Layaknya sebuah kerajaan, pasti ada yang menjadi kepala atau pemimpin dalam kelompok tersebut. Begitupun dengan aliran ini, mereka punya ratu yang bernama Aisyah Tusalamah Baiduri Intan, dibantu oleh suaminya Rudi sebagai pendiri resmi Kerajaan Ubur-ubur.

Selain ratu, Kerajaan Ubur-ubur memiliki struktur pengurus/ pejabat kerajaan yang ditempel di rumah Aisyah, keseluruhannya ada 12 orang. Setelah dipanggil oleh pihak Polres Serang Kota pada Selasa (14/8/2018) kemarin, Aisyah mengaku bahwa penamaan Kerajaan tersebut hanya nama-namaannya saja.

2. Kehebatan Ratu Kerajaan Ubur-ubur

Dalam kelompok ini, Aisyah biasanya meminta sumbangan seikhlasnya kepada para pengikutnya. Ia mengatakan tak ada paksaan mengenai jumlah uang yang disumbangkan. Sejauh ini, polisi masih terus menelisik adakah praktik penipuan di dalamnya.

Selain itu, Aisyah juga mengatakan kalau dirinya punya kemampuan untuk mencairkan uang di luar negeri seperti yang ada di Bank Swiss dan Bank Griffin 1999 Birmingham. Syaratnya, mereka melakukan ritual dzikir setiap malam Jumat.

3. Ritual yang dilakukan oleh Kerajaan Ubur-ubur

Ritual ini adalah usaha untuk memperoleh uang seperti yang dikatakan oleh Aisyah. Zikir tersebut konon bisa membuka rahasia yang merupakan kunci kekayaan bangsa Indonesia yang selama ini terpendam. Zikir sendiri dilakukan sampai dini hari pukul 04.00 WIB, inilah yang membuat warga merasa terganggu. Pasalnya, selain membaca Yasiin dan tahlilan, ritual ini ditutup dengan jogged serta pemutaran musik kencang, seperti kata Amas Tajuddin, Sekretaris Jenderal MUI Kota Serang.

4. Tindakan yang dilakukan oleh MUI dan Kapolres setempat

Atas adanya aktivitas yang meresahkan warga ini, MUI dan Kapolres setempat turun tangan langsung. Sekretaris Jenderal MUI Kota Serang Amas Tajuddin mengatakan hal ini jelas menyimpang karena Aisyah sendiri mengaku bahwa ia adalah perwujudan dari Allah Sang Yang Tunggal.

5. Mengaku Sebagai Ratu Kidul

Salah satu kehebohan lainnya yang dilakukan Aisyah adalah mengaku sebagai Ratu Kidul yang menganut agama Sunda Wiwitan yang mengakui Alquran dan Allah SWT.

Tak cukup sampai di situ, dia juga mengatakan kalau Allah SWT memiliki makam menyerupai petilasan. Aisyah pun percaya jika Nabi Muhammad berjenis kelamin perempuan.

“Jadi jangan coba-coba kalian mengelak bahwa Rasulullulah itu perempuan. Ada yang bertanya di Alquran, katanya Rasul itu tidak ada perempuan. Sekarang saya mau tanya, dalil mana yang menyatakan Rasulullah itu laki-laki. Tolong sebutkan padaku. Ada di dalil mana, Alquran surat berapa yang menyatakan Rasulullah itu seorang laki-laki?” kata Aisyah lewat akun media berbagi video.

Bahkan, ratu dari Kerajaan Ubur-Ubur ini menjelaskan alasan setiap yang pergi haji mencium hajar Aswad, karena dianggap kelamin perempuan. Kakbah pun bukan lah kiblat umat Muslim, tetapi tempat pemujaan berhala.