Kemenhub Apresiasi Program Keselamatan Lalu Lintas PT Astra

MONITOR, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI memberi apresiasi terhadap program keselamatan berlalu lintas yang dilakukan oleh PT Astra ditengah besarnya angka kecelakaan karena faktor manusia yang mencapai 61 persen. 

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi menyatakan apresiasinya kepada PT Astra yang telah telah memberikan pembelajaran kepada masyarakat mengenai keselamatan berlalu lintas. Menurutnya, pembinaan keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, kepolisian, swasta dan masyarakat.

“Kami mengapresiasi Astra yang telah memberikan pembelajaran kepada masyarakat mengenai keselamatan berlalu lintas, terutama di Binjai ini. Masyarakat harus selalu diingatkan supaya tidak lalai. Semoga pembinaan keselamatan berlalu lintas di Binjai oleh Astra ini dapat menjadi contoh di Indonesia dan harus terus kita gemakan,” ujarnya seperti dikutip dari laman resmi Astra, Jakarta, Senin (25/9).

Menteri Budi, didampingi Walikota Binjai M. Idaham, Plt. Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI Hindro Surahmat, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA Leny Nurhayanti Rosalin dan Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas, pada hari ini juga meresmikan KBA Cengkeh Turi sebagai Kampung Ramah Anak – Tertib Lalu Lintas.

Menurut global status report on road safety, ujar Menteri Budi, lebih dari 1 juta orang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia. Tiga hingga 4 orang tersebut berusia 15 tahun hingga 29 tahun. “Melalui pembinaan keselamatan ini, anak muda diingatkan agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Pentingnya pembinaan keselamatan berlalu lintas tersebut juga menjadi perhatian Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Leny Nurhayanti Rosalin.

Dalam sambutannya, Deputi Leny menambahkan dari sekitar 1 juta korban kecelakaan di seluruh dunia, sekitar 600.000-nya adalah anak-anak.

“Di Indonesia, dari 100.000 korban kecelakaan, sebanyak 85% adalah anak-anak SD, SMP hingga SMA. Program Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas [IAABL] sangat tepat dalam membantu program pemerintah menurunkan angka kecelakaan lalu lintas dan mendukung program Indonesia Layak Anak pada tahun 2030 yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo,” tutur Deputi Leny.

Bahkan, dia berharap program pembinaan keselamatan berlalu lintas dari Astra ini dapat menjadi model bagi perusahaan lain.

Deputi Leny menambahkan ketersediaan infrastruktur yang ramah anak tersebut juga sebagai salah satu upaya mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak. Upaya ini, oleh pemerintah melalui Kementerian PPPA telah berkoordinasi dengan berbagai sektor dalam rangka keselamatan lalu lintas seperti dengan Kementerian Perhubungan maupun Korlantas Polri.

“Dengan adanya pencanangan KBA Cengkeh Turi ini sebagai Kampung Ramah Anak – Tertib Lalu Lintas, berarti telah mendukung program Kota Layak Anak yang memiliki sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Menteri Budi juga menandatangani kerja sama antara Kementerian Perhubungan dan PT Astra International Tbk terkait pembinaan keselamatan berlalu lintas.

Kerja sama ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Perhubungan (Kemhub) Republik Indonesia yang telah melakukan langkah-langkah dengan menetapkan beberapa sasaran kebijakan, di antaranya peningkatan peran angkutan umum, peningkatan kinerja lalu lintas dan peningkatan kualitas lingkungan.