Kata Anies, Persoalan Rumit Ibukota bukanlah Banjir, Melainkan..

MONITOR, Jakarta – Sebuah pernyataan mengejutkan terlontar dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait persoalan yang ada di Ibukota. Orang nomor satu di Jakarta ini menyebut, persoalan yang dihadapi Jakarta bukanlah kemacetan atau banjir. Melainkan kata dia, soal ketimpangan sosial yang tak pernah terselesaikan.

"Banyak orang berpendapat kalau persoalan Jakarta itu adalah banjir dan macet. Tapi menurut saya itu semua keliru. Persoalan Jakarta adalah ketimpangan sosial yang begitu tinggi," ungkap Anies saat menghadiri rapat nasional Institut Lembang Sembilan di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Senin (26/2/) malam.

Kata Anies, apa yang dikatakannya itu didasari hasil survei yang dilakukannya terhadap warga Jakarta. Hasil survei tersebut menunjukkan, masalah di Jakarta yang pertama muncul adalah soal lapangan pekerjaan, diikuti masalah pendidikan, kesehatan, dan sampah. 

"Dalam survey saya tidak muncul masalah macet dan banjir. Yang punya masalah macet itu yang sudah bekerja. Kalau yang belum bekerja, anda masih miskin, macet is not an issue," cetus Anies.

Justru dibeberkan Anies, ketika masalah lapangan pekerjaan, kesehatan dan pendidikan dalam surveinya. Ia pun berpendapat bahwa persoalan di Jakarta adalah terlait dengan ketimpangan sosial.

"Ini saya punya data, ternyata ada sekitar 3 juta orang warga DKI Jakarta berpenghasilan Rp 1 juta ke bawah. Satu per tiga anak di Jakarta tidak lulus SMA. Jujur saya sebagai kepala daerah di Ibukota sangat miris melihat data ini," ungkapnya.

Karena itu, dia menyimpulkan masalah terbesar yang harus dibereskan bukan masalah yang dihadapi warga kelas menengah. Melainkan ketimpangan yang merugikan rakyat kecil.

"Tantangan terbesar di Ibukota bukan sekadar tema-tema yang dipahami kelas menengah. Tapi justru tantangan terbesar di kota ini adalah membereskan ketimpangan sosial ekonomi yang luar biasa besar," ujar Anies.

Karena itu, dia bertekad kepemimpinannya harus membereskan ketimpangan dan kemiskinan. Itu sebabnya, Anies membuat kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil. Dia mencontohkan kebijakan membuka kembali Jalan Thamrin untuk pengendara motor. Alasan dia membuat kebijakan itu adalah untuk pemberdayaan ekonomi.

Dengan melarang sepeda motor melintasi Jalan Thamrin, artinya tidak bisa meningkatkan kesejahteraan mereka. Menurut Anies, hal itu bukan keadilan. Kebijakan yang dia buat ke depan adalah yang bisa menghadirkan perasaan bahwa di Jakarta, semua mendapat kesempatan yang sama.