Fatayat NU Ajak Masyarakat Waspadai Potensi Ancaman Terorisme

Monitor, Jakarta – Peristiwa bom bunuh diri di Kampung Melayu dikecam oleh banyak kalangan. Salah satunya Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Anggia Ermarini.

Menurut perempuan yang biasa Aggia itu mengutuk keras peristiwa bom bunuh diri di Kampung Melayu yang memakan korban jiwa meninggal 5 orang (termasuk pelaku) dan melukai belasan orang. 
 
"Apapun motifnya, bom bunuh diri tidak sesuai dg ajaran agama manapun. Polisi dan aparat hukum harus mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya dalang peristiwa tersebut," kata Anggia, dalam rilis yang diterima monitor di Jakarta, Jumat(26/5).
 
Perempuan yang juga Staf Khusus Komunikasi dan Kemitraan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban. 

"Fatayat NU mengajak semua elemen masyarakat turut mengefektifkan early warning system potensi terorisme di lingkungan masing-masing. Selain itu, pemerintah dan kita semua hendaknya semakin aktif menggencarkan soft approach dalam menangkal radikalisme dan ekstrimisme dg melibatkan tokoh-tokoh masyarakat," ujarnya. 
 
Anggia meminta masyarakat mewaspadai segala hal yg mencurigakan dan melaporkan kepada aparat berwajib. Selain itu, pihaknya secara khusus menginstruksikan jajaran pengurus dan kader Fatayat NU di manapun berada agar selalu mendakwahkan Islam rahmatan lil 'aalamiin kepada jamaah dan simpul-simpul masyarakat di wilayahnya. 
 
"Kejadian ini untuk ke sekian kalinya memberikan pelajaran pentingnya selalu merawat kebhinekaan, keragaman, dan menghormati setiap perbedaan, serta berkampanye perdamaian tanpa lelah. Perbedaan adalah cara kita untuk saling mengenal dan belajar," kata Anggi.