Endus Adanya Kejahatan Perang, PBB Serukan Gencatan Senjata Tiga Bulan di Suriah

MONITOR, Beirut – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan sebuah gencatan senjata segera di Suriah, Selasa (6/2) setidaknya selama tiga bulan. Seruan tersebut setelah serangkaian serangan udara selama satu bulan terakhir dilaporkan telah membunuh 30 orang di daerah yang dikuasai pemberontak, tak jauh dari ibukota Damaskus.

Dilansir Reuters, pakar kejahatan perang PBB mengatakan di Jenewa bahwa pihaknya tengah menyelidiki beberapa laporan tentang bom yang diduga mengandung klorin yang dilarang, bom tersebut diduga telah digunakan untuk melawan warga sipil di kota-kota yang dikuasai pemberontak di Provinsi Barat Laut Idlib dan Douma di Ghouta Timur.

Dalam sebuah pernyataan, Kepala Komisi Penyelidik Internasional di Suriah Paulo Pinheiro mengatakan, sebuah pengepungan yang dilakukan pemerintah Suriah berlangsung di Goutha Timur. Diduga melibatkan tindakan kejahatan internasional, yang berupa pemboman membabi buta dan menyebabkan kelaparan yang disengaja kepada penduduk sipil.

Serangan udara juga dilaporkan setidaknya telah menghantam tiga rumah sakit dalam 48 jam terakhir. Pinheiro juga mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang dipimpin Rusia untuk wilayah yang dikuasai pemberontak telah gagal menghentikan pertempuran.

Serangan udara terakhir juga menewaskan 25 orang di pinggiran Goutha Timur Damaskus, hal itu terjadi setelah pengeboman di lokasi yang sama menewaskan 30 orang pada hari sebelumnya. Ditambah keterangan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang menyebutkan serangan udara di Idlib membunuh enam orang pemberontak.