DPD Kecam Cara Paspampres Amankan Pria Bugil Masuk Istana

MONITOR, Jakarta – Tindak kekerasan terhadap laki-laki tanpa busana yang diduga mengidap gangguan jiwa yang dilakukan anggota Paspampres di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, tadi pagi sekira pukul 7.30 WIB menuai kecaman. Video yang direkam oleh salah seorang pengendara yang melintas di depan Istana Negara saat kejadian beredar luas setelah diunggah ke situs YouTube.

Wakil Ketua Komite I DPD RI, Benny Rhamdani, mengecam tindakan berlebihan oleh kelima personil Paspamres saat mengamankan seorang pria bugil di depan pintu istana Presiden, pagi tadi.

Menurutnya, tindakan Paspampres tersebut arogan dan tidak mencerminkan revolusi mental yang dicanangkan Presiden Jokowi.

"Pria itu enggak waras. Dia bugil tidak memakai pakaian ataupun membawa tas berisikan barang berbahaya. Tak seharusnya mereka memperlakukan dan mempertontonkan tindakan kekerasan seperti menginjak, menendang seperti itu," ujar Benny dalam siaran pers, Senin (28/8).

"Ini sangat biadab. Saya pribadi mengecam keras tindakan tersebut, ini bentuk revolusi mental gagal dilingkungan istana khususnya para petugas keamanan di sana," paparnya.

Menurut Benny, harusnya Paspampres lebih mengutamakan cara-cara yang lebih elegan dan tidak dengan cara kekerasan.

"Letak ancamannya di mana? Lah dia itu gila enggak bawa apa-apa lho. Ini lima orang petugas dengan garang seperti itu. Dan satu lagi, jika dilihat dari caranya mereka, saya berpendapat itu bukti kelimanya tidak profesional dan tidak sigap," tandasnya.

Untuk itu, Presiden Joko Widodo harus menindak tegas oknum-oknum Paspampres yang dianggapnya tidak profesional itu.

"Pecat aja semua, saya sebagai pendukung Presiden Joko Widodo, tau betul bagaimana usaha Presiden untuk menegakkan revolusi mental itu, tapi sayang justeru mereka yang gagal melaksanakannya," tandasnya.