Diancam Donald Trump, Korea Utara Siapkan Serangan Rudal ke Pulau Guam

MONITOR – Korea Utara merespons pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam akan menyerang negara komunis tersebut dengan menyusun rencana untuk merudal wilayah Amerika Serikat di Pasifik, Pulau Guam.

Korea Utara menyebut ancaman Presiden Donald Trump akan menyerang Korea Utara sebagai gertak sambal dan menyebut Trump sebagai orang yang kehilangan akal dan menutup rapat-rapat pintu dialog dengannya.

"Dialog sepertinya mustahil untuk orang yang sudah kehilangan akal dan (oleh karena itu) kekuatan absolut yang bisa efektif kepada dia," katanya seperti dikutip Antara dari Kantor berita Korea Utara KCNA.

Korea Utara negara yang kini dipimpin Kim Jong Un itu dikabarkan terus melakukan persiapan terkait rencana serangan ke Guam sebagai jawaban atas itu setelah ancaman Trump yang membuat Korea Utara naik pitam.

"Ucapan Trump itu mendorong Korea Utara membeberkan rencana menembakkan empat peluru kendali jarak menengahnya ke arah Guam. tepatnya 30-40 km dari daratan Guam yang berada di sebelah utara Sulawesi Utara, di Pasifik barat," kata pernyataan resmi Korea Utara yang disiarkan KCNA.

Untuk diketahui, Guam didiami 163.00 orang dan menjadi pangkalan militer AS untuk satu skuadron kapal selam, sebuah pangkalan udara dan satu divisi Penjaga Pantai.

Masih menurut KCNA, mengutip pernyataan Jenderal Kim Rak Gyom, Panglima Komondo Strategis Tentara Rakyat Korea bahwa Angkatan darat Korea Utara dipastikan akan merampungkan rencana itu pertengahan Agustus begitu ada perintah dari Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.