Deretan Nama Ditengah Misteri Kematian Kim Jong-nam

MONITOR – Kasus meninggalnya Kim Jong-nam, kakak tiri Pemimpin Kora Utara Kim Jong-un di Bandara Kuala Lumpur, beberapa bulan yang lalu sempat menggemparkan publik. Polisi pun melakukan penyelidikan besar-besaran terkait kasus tersebut.

Ya, kasus yang sempat menyebabkan ketegangan diplomatik antara Korut dan Malaysia itu masih menyisahkan misteri, demikian dilansir BBC, Senin (2/9). Dimana media tersebut melihat kematian Kim Jong-un penuh intrik dan para aktor besar dibelakangnya.

Berikut data yang dihimpun BBC terkait nama-nama yang turut menyumbang kerumitan dalam misteri meninggalnya Kim Jong-nam:

Korban:

(Foto Kim Jong-nam diambil pada 2001/BBC/AFP)

Kim Jong-nam (46) adalah seorang kritikus yang menjalani hidup dalam pengasingan. Dia sempat akan menjadi pemimpin selanjutnya di Korea Utara. Namun karena tidak disukai, awal 2000-an ia segera meninggalkan negara tersebut. Saudara tirinya Kim Jong-un menjadi pemimpin setelah ayah mereka, Kim Jong-li meninggal pada 2011.

Kim Jong-nam sebagian besara berada di Macau, dimana ia berencana menuju kesana sebelum menghembuskan nafas terakhir 13 Februari lalu.

 

Tersangka:

 

-Diadili:

1. Doang Thi Huong (29) asal Vietnam, salah satu dari dua wanita yang dituduh mengusap racun di wajah Kim, penampakannya terekam CCTV mengenakan topi putih bertuliskan huruf "LOL".

(Reuters

(REX / SHUTTERSTOCK​)

2. Siti Aisyah (25) asal Indonesia, baik Siti maupun Doan telah mengklaim bahwa mereka tertipu dan mengira mereka sedang menjalani syuting acara lelucon di TV.

(EPA

-Dibebaskan Polisi

(AFP / GETTY IMAGES)

1. Ri Ju U (30), seorang Korea Utara, juga dikenal sebagai "James". Pengacara Siti Aisyah mengatakan bahwa dialah yang menipu Aisyah untuk ikut serta dalam serangan tersebut. Dia termasuk salah satu dari tiga warga Korut yang dideportasi pada akhir Maret setelah mereka diperiksa polisi Malaysia.

(AFP / GETTY IMAGES)​

2.Hyon Kwang Song (44) sekertaris kedua di kedutaan Korea Utara untuk Kuala Lumpur. Juga dideportasi pada akhir Maret.


(AFP / GETTY IMAGES)​

3. Kim Uk II (37) anggota staf perusahaan penerbangan Kurea Utara Air Koryo. Juga dideportasi pada akhir Maret.

& 8203;
(REUTERS)

4. Ri Jong Chol (47) asal Korea Utara yang awalnya ditahan untuk diintrogasi, namun dibebaskan pada awal Maret. Dia kemudian mengklaim bahwa dia adalah korban sebuah konspirasi untuk menodai kehormatan Korea Utara.


(Data Kepolisian Malaysia)

5. Polisi juga sempat menahan pacar Malaysia Siti Aisyah, Muhammad Farid Jalaluddin, namun dibebaskan tanpa kewajiban apapun.

 

Masih dalam pencarian

Berikut adalah tersangka yang diperkirakan telah melarikan diri dari Pyongyang tak lama setelah pembunuhan tersebut.

1. Ri Ji Hyon, 33, seorang Korea Utara

.(copyright AFP / GETTY IMAGES)

2. Hong Song Hac, 34, seorang Korea Utara.

(copyright AFP / GETTY IMAGES)

3. O Jong Gil, 55, seorang Korea Utara.

(REUTERS

4. Ri Jae Nam, 57, seorang Korea Utara.

(copyright AFP / GETTY IMAGES)
 

Duta Besar

(AFP / GETTY IMAGES)

Pembunuhan tersebut memicu ketegangan diplomatik antara Pyongyang dan Kuala Lumpur yang sebelumnya berhubungan baik.

Duta Besar Pyongyang untuk Malaysia, Kang Chol dengan marah menolak spekulasi yang beredar bahwa negaranya terlibat dan menuduh pemerintah Malaysia berkolusi dengan "pihak musuh".

Sebagai tanggapan, Kementerian Luar Negeri Malaysia mengatakan bahwa tuduhan tersebut "menghina" dan didasarkan pada "delusi".

Kang Chol kemudian diusir dari Malaysia, sementara Korea Utara juga mengusir duta besar Malaysia di Pyongyang.

Ketegangan berakhir saat Malaysia membebaskan tiga warga Korut dan membawa Kim ke Pyongyang.

 

Anak Laki-laki Kim Jong-nam

(Kim Han-sol/ BBC)

Anak tertua Kim Jong-nam, Kim Han-sol muncul dalam sebuah video pada tanggal 8 Maret yang membenarkan kematian ayahnya.

Ia lahir di Pyongyang pada 1995 namun dibesarkan di Macau. Kim Han-sol telah belajar di Bosnia dan Prancis dan dikatakan telah merawat pemikiran ayahnya dalam hal berpandangan terbuka tentang dunia.

Dia secara terbuka telah menyatakan harapannya untuk menyatukan kembali kedua Korea dan telah menyebut pamannya, Kim Jong-un sebagai "seorang diktator".

Keberadaannya saat ini tidak diketahui namun dia mengatakan dalam video bahwa dia kini bersama ibu dan saudara perempuannya.