Ekspor Minyak Sawit Terancam Dilarang, Kemendag Curiga Ada Persaingan Bisnis Tak Sehat

MONITOR, Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, ancaman larangan penggunaan minyak sawit mentah di Uni Eropa dan Amerika diduga akibat persaingan bisnis.

"Kalau saya lihat ada persaingan bisnis, mereka memproduksi rapeseed oil dimana harganya menjadi mahal, sedangkan CPO kita lebih murah," ujar Enggar ketika ditemui pada konfresi media di kantornya, Jakarta, Selasa (9/4).

Menurutnya, produksi minyak sawit mentah menggunakan lahan yang lebih sedikit ketimbang rapeseed oil. Sebab itu, Enggar menilai ada persaingan tidak sehat dalam ancaman larangan CPO oleh Uni Eropa.

Enggar melihat persoalan yang diutarakan oleh pihak Uni Eropa selalu terkait lingkungan, padahal faktanya mereka ingin meningkatkan industri minyak sayur dan "rapeseed oil" dalam negeri mereka.

- Advertisement -

"Mereka selalu beralasan dengan lingkungan, sustainability. Kita juga akan ikuti kalau itu dilakukan dengan adil," terangnya.

Akibat dari rencana tersebut tentu akan mengancam nilai ekspor biodiesel RI yang berimbas pada pendapatan negara  dan hubungan kurang harmonis sebab gejolak emosi dengan sikap diskriminatif yang membedakan penghapusan minyak nabati olahan dari sawit lebih awal.

Mengatasi pelarangan ekspor tersebut, Mendag mengatakan pihaknya akan terus bernegosiasi dengan pihak pembuat kebijakan di Uni Eropa. 

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER