Kajian DPR RI Soal Menurunya Daya Beli Masyarakat

MONITOR, Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menilai turunnya daya beli masyarakat saat ini karena kesulitan mencari pekerjaan dan terjadinya fluktuasi harga. Sehingga, menjadikan kemampuan dan daya beli masyarakat sulit untuk memperoleh kebutuhan sehari-harinya.

“Hal itu saya rasakan betul saat saya turun ke daerah.  Jangankan untuk membeli sandang atau papan, untuk memenuhi kebutuhan pangan pun agak sulit. Artinya, dua hal itulah yang menjadi persoalan di masyarakat saat ini,” ujar anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron di Jakarta, pada Sabtu (7/10).

Kondisi itu, katanya, sangat kental terasa sewaktu ada kejadian insidentil seperti penjualan beras untuk orang miskin (raskin) atau beras sejahtera (Rastra) yang ditunda selama tiga lantaran perbaikan data (ulang).

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menuturkan bahwa menurut pantauan dan kajiannya ketika reses, penurunan daya beli masyarakat itu memang benar adanya.

- Advertisement -

Fadli menerangkan, saat ini banyak masyarakat yang mengeluhkan soal keadaan ekonomi mereka, umumnya, ihwal biaya hidup yang semakin mahal.

"Kalau kita lihat dan dalam rangka reses maupun serap aspirasi, saya termasuk lihat bahwa daya beli masyarakat memang melemah. Ketika ditanya kepada masyarakat tentang keadaan ekonomi mereka umumnya mereka merasa kesulitan hidup semakin besar," katanya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER