Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri

MONITOR, Cikarang – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong Asosiasi Pengusaha Pengelasan Indonesia (APPI) menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat industri nasional, memperluas pasar produk dalam negeri, serta menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, penguatan UMKM tidak cukup hanya dilakukan melalui perluasan akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas produksi. Pemerintah juga perlu memastikan produk yang dihasilkan pengusaha memiliki akses pasar yang luas dan mampu bersaing di pasar domestik.

“Selama ini kita bicara UMKM seolah-olah masalahnya hanya modal. Padahal setelah modal diberikan dan kapasitas produksinya ditingkatkan, pertanyaannya adalah produknya mau dijual ke mana?” kata Menteri Maman saat menghadiri Deklarasi Nasional APPI di Cikarang, Jawa Barat, Sabtu (8/8).

Menurut Menteri Maman, keberlanjutan usaha sangat ditentukan oleh kemampuan pengusaha mengakses pasar. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas produksi perlu berjalan beriringan dengan penciptaan ekosistem pasar yang memberikan ruang lebih besar bagi produk-produk buatan dalam negeri.

- Advertisement -

Pemerintah, lanjutnya, terus mendorong penataan pasar domestik, termasuk mengendalikan masuknya barang impor yang tidak diperlukan sekaligus memperkuat kemampuan produksi nasional.

Menteri Maman menegaskan impor tetap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan barang yang belum dapat diproduksi di dalam negeri. Namun, ketergantungan terhadap produk impor perlu dikurangi apabila kebutuhan tersebut sudah dapat dipenuhi oleh pengusaha dan industri nasional.

“Kalau barang itu sudah bisa dibuat oleh pengusaha kita sendiri, kenapa harus kita datangkan dari luar?” katanya.

Menurut Menteri Maman, keberpihakan terhadap produk dalam negeri menjadi penting karena setiap peningkatan permintaan terhadap produk nasional dapat menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Pasar yang semakin terbuka memberikan kesempatan kepada pengusaha untuk meningkatkan produksi, memperluas usaha, dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

Oleh karena itu, keberadaan asosiasi seperti APPI dinilai penting untuk menjembatani kebutuhan pengusaha dengan arah kebijakan pemerintah. Asosiasi juga dapat menjadi ruang konsolidasi untuk meningkatkan kapasitas, kualitas produk, standardisasi, serta memperluas akses pasar bagi para anggotanya.

Menteri Maman menegaskan bahwa pemerintah membutuhkan dukungan dan masukan dari asosiasi serta dunia usaha agar kebijakan yang dijalankan semakin sesuai dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi pengusaha di lapangan.

Kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan dunia usaha tersebut diharapkan dapat membangun rantai ekonomi yang semakin kuat dari tingkat lokal hingga nasional, sekaligus memastikan pertumbuhan industri memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Penguatan industri dalam negeri, menurutnya, pada akhirnya bukan semata-mata mengenai kemampuan menghasilkan barang, melainkan juga bagaimana kapasitas produksi nasional dapat menjadi sumber penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan kesejahteraan keluarga Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum APPI Budi Hadi Winata mengatakan APPI mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat industri dalam negeri, termasuk melalui pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Sekolah Rakyat yang dinilai dapat mendorong aktivitas ekonomi sekaligus membuka peluang usaha bagi pengusaha di berbagai daerah.

“Kami mendukung program pemerintah, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Sekolah Rakyat. Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga dapat menggerakkan perputaran ekonomi dan membuka peluang usaha bagi pengusaha lokal,” kata Budi.

Menurut Budi, berbagai pembangunan dan aktivitas ekonomi di daerah dapat menciptakan permintaan terhadap produk dan jasa yang mampu dikerjakan pengusaha lokal, termasuk pengusaha di bidang pengelasan. Peluang tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kualitas, kapasitas, dan daya saing agar pengusaha dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan pasar.

APPI juga menyatakan siap berkolaborasi dengan pemerintah dalam memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas pengusaha pengelasan, serta mendorong penggunaan produk dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor, khususnya terhadap produk yang telah mampu diproduksi oleh industri nasional.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah dan dunia usaha diharapkan dapat memperkuat fondasi industri nasional yang semakin mandiri dan berdaya saing, sekaligus menjadikan pengusaha lokal sebagai bagian penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER

BERITA TERKINI