MONITOR, Depok – Ancaman narkotika kini menyusup melalui modus baru yang menyasar gaya hidup generasi muda, salah satunya lewat liquid vape.
Menanggapi fenomena ini, akademisi Universitas Islam Depok (UID) turut ambil bagian dalam Silaturahmi Nasional dan Diskusi Publik Gerakan Nasional Anti Narkoba (GANAS ANNAR) MUI Se-Indonesia yang digelar bertempat di Aula Buya Hamka, Kantor Pusat MUI, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan bertajuk “Bahaya Peredaran Narkoba melalui Liquid Vape dan Ikhtiar Keumatan dalam Menjaga Generasi Bangsa” ini menjadi wadah strategis bagi ulama dan akademisi untuk merumuskan langkah konkret menghadapi peredaran zat terlarang yang kian kompleks.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Buya Dr. H. Anwar Abbas, saat membuka acara menegaskan bahwa proteksi terhadap generasi muda adalah harga mati.
Hal ini diperkuat oleh Ketua GANAS ANNAR MUI Pusat, Dr. Ir. Noor Sidharta, yang menyoroti betapa rentannya media baru seperti liquid digunakan sebagai alat penyebaran narkotika.
Perspektif Medis dan Moral
Dalam diskusi publik tersebut, narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Carolina Tonggo Marisi Tambunan, S.Si., M.Si, memaparkan data klinis mengenai risiko kesehatan fatal akibat penyalahgunaan vape yang mengandung zat psikotropika.
Dari sisi nilai, Dr. dr. Endy Muh Astiwara menekankan bahwa pendekatan keagamaan dan penguatan moral di keluarga adalah benteng utama yang tidak bisa digantikan oleh teknologi apa pun.
Komitmen Akademik UID
Hadir mewakili unsur akademisi sekaligus Pengurus MUI Pusat, dua dosen Universitas Islam Depok, Dr. Ahmad Sujai, MM dan Chairul Lutfi, SH, MH, menyatakan bahwa peran perguruan tinggi tidak boleh hanya terbatas di ruang kuliah.
“Kehadiran kami merupakan bentuk nyata komitmen akademik dan pengabdian masyarakat. Kampus harus menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi berbasis data mengenai bahaya narkoba, sekaligus menyelaraskannya dengan nilai-nilai keumatan,” ujar Dr. Ahmad Sujai di sela acara.
Melalui forum ini, UID bersama GANAS ANNAR MUI berharap lahir langkah kolaboratif yang lebih taktis, mulai dari regulasi yang lebih ketat hingga kampanye literasi digital bagi mahasiswa dan pelajar agar tidak terjebak dalam tren yang merusak masa depan.
Acara yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan komitmen bersama seluruh pengurus MUI se-Indonesia untuk mengawal lingkungan pendidikan dan sosial dari pengaruh sindikat narkotika internasional.
