Jumat, 27 Februari, 2026

Kemenag dan British Council Cetak Sejarah, Latih Guru Madrasah se-RI

MONITOR, Jakarta – Program Continuing Professional Development (CPD) untuk penguatan kapasitas guru secara berkelanjutan dan terstruktur telah berhasil dilaksanakan selama 8 minggu. Program kerja sama Kementerian Agama dengan British Council ini menunjukkan keseriusan peningkatan kompetensi bagi guru bahasa Inggris madrasah.  

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno dalam sambutannya di Auditorium H.M. Rasjidi Kementerian Agama menyebutkan bahwa program ini sebagai langkah bersejarah.

“Program ini memiliki makna penting karena untuk pertama kalinya Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyelenggarakan pelatihan bahasa Inggris skala nasional yang secara khusus menyasar guru madrasah,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki lebih dari 87 ribu madrasah dan sebagian besar merupakan madrasah swasta. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam pemenuhan kebutuhan guru bahasa Inggris yang berkualitas di tengah keterbatasan sumber daya dan pendanaan.

- Advertisement -

“Dalam beberapa tahun ke depan, kebutuhan guru bahasa Inggris berkualitas akan terus meningkat. Karena itu, penguatan kapasitas guru bahasa Inggris madrasah menjadi kebutuhan yang sangat strategis bagi masa depan pendidikan kita,” tambahnya.

Dirjen Pendis juga menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang lebih komunikatif. Menurutnya, selama ini pembelajaran bahasa Inggris cenderung terlalu menitikberatkan pada tata bahasa (grammar).

“Melalui program ini, kami berharap terjadi penguatan keterampilan berbahasa secara utuh, mulai dari mendengar, berbicara, membaca, dan menulis tanpa meninggalkan aspek tata bahasa,” jelasnya.

Country Director Indonesia dan Director Southeast Asia British Council, Summer Xia, menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari dedikasi para guru.

“Bapak/Ibu guru sekalianlah yang menjadikan program ini berhasil. Energi, komitmen, dan semangat belajar Anda membuat capaian hari ini menjadi sangat berarti,” ujarnya.

Ia menyoroti besarnya ekosistem pendidikan madrasah di bawah pembinaan Kementerian Agama yang mencakup ratusan ribu satuan pendidikan dan jutaan peserta didik, termasuk puluhan ribu guru bahasa Inggris. Skala inilah yang menjadikan penguatan kapasitas guru sebagai peluang sekaligus kebutuhan strategis.

“Program percontohan ini menunjukkan bahwa model pelatihan yang kolaboratif, praktis, dan berkelanjutan dapat berjalan efektif serta selaras dengan prioritas pendidikan nasional. Yang terpenting, program ini memperlihatkan semangat kuat guru madrasah untuk terus belajar dan berkembang,” lanjutnya.

Ke depan, perluasan program ini memerlukan dukungan investasi berkelanjutan, pemanfaatan data untuk pengambilan kebijakan, kepemimpinan yang konsisten, serta perencanaan bersama antara Indonesia dan Pemerintah Inggris.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar, jajaran Kementerian Agama, serta seluruh mitra Pemerintah Inggris atas kolaborasi yang erat dan konstruktif. Pemerintah Inggris berkomitmen untuk terus berjalan beriringan dengan Kementerian Agama dalam mengembangkan dan memperluas inisiatif ini,” tegas Summer Xia.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

Ramdhan Monitor.co.id

TERPOPULER