Jumat, 20 Februari, 2026

Kemenag: Generasi Qur’ani Kunci Indonesia Emas 2045 di Era Digital

MONITOR, Jakarta – Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M. Hanafi, menegaskan bahwa pembinaan generasi Qur’ani menjadi kunci dalam menyiapkan Indonesia Emas 2045, terutama di tengah derasnya arus digital dan perubahan sosial yang cepat.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Hakim Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) LPP RRI Tingkat Nasional ke-55 di Auditorium Yusuf Ronodipuro, RRI Jakarta, Kamis (19/2/2026), mewakili Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.

Menurut Muchlis, tema PTQ RRI ke-55 tahun ini, “Memperkuat Generasi Muda Qur’ani di Era Digital, Wujudkan Indonesia Emas 2045,” sangat relevan dengan tantangan kebangsaan hari ini.

“Kita sedang berbicara tentang bonus demografi dan masa depan bangsa. Tetapi masa depan tidak cukup dibangun dengan kecakapan teknologi semata. Ia membutuhkan fondasi moral yang kokoh. Di sinilah Al-Qur’an mengambil peran strategis,” ujar Muchlis.

- Advertisement -

Al-Qur’an sebagai Kompas di Era Digital

Muchlis menekankan bahwa generasi muda saat ini hidup dalam ruang digital yang terbuka tanpa batas. Informasi mengalir deras, opini berseliweran, dan nilai-nilai sering kali saling bertabrakan. Tanpa kompas moral yang jelas, generasi muda rentan kehilangan arah.

“Al-Qur’an bukan sekadar kitab yang dilombakan bacaannya. Ia adalah petunjuk hidup, sumber nilai, dan penuntun akhlak. Generasi Qur’ani adalah generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai cara berpikir, cara bersikap, dan cara membangun masa depan,” tegasnya.

Ia menambahkan, tilawah bukan hanya tentang kemerduan suara, tetapi juga tentang kedalaman makna dan internalisasi nilai. Dari panggung tilawah, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

PTQ sebagai Investasi Peradaban

Muchlis menilai PTQ RRI bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang pembinaan karakter dan literasi Qur’ani yang memiliki dampak jangka panjang bagi bangsa.

“Ketika tilawah disiarkan dan didengar hingga pelosok negeri, sesungguhnya kita sedang menanamkan nilai. Ini adalah investasi peradaban,” katanya.

Ia juga mengapresiasi konsistensi RRI selama lebih dari lima dekade menyelenggarakan Pekan Tilawatil Qur’an sebagai bagian dari peran media publik dalam membumikan Al-Qur’an di ruang kebangsaan.

Menjaga Martabat Kompetisi

Dalam kesempatan tersebut, Muchlis juga mengingatkan pentingnya integritas dan profesionalisme Dewan Hakim sebagai penjaga kualitas dan kredibilitas kompetisi. Berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2019, Dewan Hakim harus memiliki integritas, reputasi baik, kompetensi, serta pengalaman yang memadai.

“PTQ yang bermartabat lahir dari proses yang bermartabat. Integritas Dewan Hakim memastikan bahwa yang lahir dari ajang ini adalah qari dan qariah terbaik, yang layak menjadi teladan,” ujarnya.

Muchlis berharap PTQ RRI ke-55 tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga memperkuat tradisi tilawah yang berkualitas, kredibel, dan memberi kontribusi nyata dalam membangun generasi Qur’ani menuju Indonesia Emas 2045.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

Ramdhan Monitor.co.id

TERPOPULER