MONITOR, Jakarta – Program Madrasah Goes Abroad (MGA) kian menunjukkan hasil nyata dalam memperluas akses pendidikan global bagi siswa madrasah. Hingga hari ini, tercatat sebanyak 42 siswa dari total 100 peserta program telah mengantongi Letter of Acceptance (LoA) dari berbagai perguruan tinggi luar negeri.
Secara kumulatif, jumlah LoA yang berhasil diraih mencapai 132 dari sejumlah kampus internasional di berbagai negara tujuan studi. Capaian ini menegaskan peningkatan daya saing lulusan madrasah dalam menembus seleksi pendidikan tinggi di tingkat global yang selama ini dikenal sangat kompetitif.
Australia menjadi negara tujuan dengan perolehan LoA terbanyak, yakni mencapai 99 LoA. Disusul Kanada dengan 9 LoA dari kampus di Toronto. Sementara itu, perguruan tinggi di kawasan Asia menyumbang 16 LoA yang tersebar di Hongkong, Jepang, dan Singapura.
Adapun perguruan tinggi di Amerika Serikat memberikan 2 LoA, serta 4 LoA lainnya berasal dari kampus di kawasan Eropa, tepatnya di Belanda dan Inggris. Selandia Baru turut menjadi destinasi studi dengan kontribusi 2 LoA bagi peserta program MGA.
Direktur KSKK Madrasah, Nyayu Khodijah, menyatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara kesiapan akademik siswa, pendampingan intensif dari tim MGA, serta dukungan berkelanjutan dari Kementerian Agama dalam memfasilitasi proses seleksi hingga administrasi ke perguruan tinggi tujuan.
“Perolehan 132 LoA ini menjadi indikator kuat bahwa siswa madrasah memiliki kapasitas untuk bersaing di tingkat global. Kami optimistis angka ini akan terus meningkat seiring masih berlangsungnya proses seleksi di sejumlah perguruan tinggi mitra,” ujarnya di Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Program Madrasah Goes Abroad merupakan bagian dari agenda transformasi pendidikan madrasah yang diarahkan untuk memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan mutu lulusan. Inisiatif ini juga menjadi langkah strategis dalam membuka peluang seluas-luasnya bagi generasi muda madrasah untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi terbaik dunia, sekaligus memperkuat posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang adaptif, maju, dan berdaya saing global.
