Minggu, 15 Februari, 2026

Prof Rokhmin: Transformasi Digital Fondasi Utama Penentu Masa Depan Indonesia

MONITOR, Jakarta – Di tengah percepatan perubahan teknologi, meningkatnya ketegangan geopolitik, dan tantangan perubahan iklim global, transformasi digital kini bukan lagi sekadar tren, melainkan prasyarat strategis bagi masa depan Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, MS, Rektor Universitas UMMI Bogor dan Anggota Komisi IV DPR RI, dalam seminar internasional bertajuk “Advancing Digital Governance, Smart Logistics, and Strategic Communication for Future Hospitality and Public Service Systems”, Sabtu (14/2/2026), yang digelar secara hybrid oleh Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI Jakarta.

Prof. Rokhmin menegaskan bahwa bangsa Indonesia hidup di era disrupsi yang belum pernah terjadi sebelumnya—ditandai oleh laju kemajuan teknologi yang sangat cepat, tekanan dinamika geopolitik dunia, dan dampak perubahan iklim yang semakin nyata. Dalam konteks ini, transformasi digital menjadi agenda yang menentukan arah pembangunan bangsa dan daya saing global Indonesia di masa depan.

Seminar ini menghadirkan akademisi internasional dari Eropa dan Asia, termasuk Dr. Tasente Tanase (Ovidius University of Constanta, Rumania), Prof. Dr. Kim Soo Il (Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan), dan Prof. Dr. Ilham Sentosa (Universiti Kuala Lumpur, Malaysia), yang bersama-sama menyoroti urgensi kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan era digital.

- Advertisement -

Dalam paparannya, Prof. Rokhmin menekankan bahwa tata kelola digital (digital governance) bukan hanya soal modernisasi layanan publik, tetapi menjadi tulang punggung reformasi sistem pemerintahan, logistik cerdas (smart logistics), serta komunikasi strategis yang efektif.

Ia menegaskan bahwa negara yang mampu mengorkestrasi digitalisasi secara komprehensif akan berada di garis depan peradaban global, sementara negara yang lamban beradaptasi berisiko tertinggal dalam persaingan ekonomi dan inovasi teknologi internasional.

“Transformasi digital bukan pilihan lagi; ia bersifat mendasar. Bangsa yang tidak mampu mengintegrasikan teknologi, data, dan inovasi dalam tata kelola pemerintahan serta ekonomi akan menghadapi kekalahan kompetitif yang serius di panggung global,” tegas Prof. Rokhmin.

Menurutnya, transformasi digital memiliki kaitan erat dengan visi Indonesia Emas 2045—visi jangka panjang bangsa Indonesia untuk menjadi negara maju, berdaulat, dan berdaya saing tinggi.

Dalam pandangan Prof. Rokhmin, penguasaan teknologi digital yang tepat akan memperkuat efisiensi logistik nasional, meningkatkan kualitas layanan publik, mendorong inovasi industri, serta mempercepat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Prof. Rokhmin juga menyoroti pentingnya tata kelola data yang terintegrasi, sistem keamanan siber yang tangguh, regulasi yang adaptif, serta sumber daya manusia terampil sebagai elemen kunci keberhasilan transformasi digital nasional.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat sipil dianggapnya esensial untuk memastikan transformasi digital benar-benar memberi manfaat luas bagi kesejahteraan rakyat.

Seminar ini menegaskan bahwa menghadapi era disrupsi global memerlukan strategi yang komprehensif di mana digitalisasi bukan sekadar upgrade teknologi, tetapi menjadi landasan reformasi sistem yang akan menentukan masa depan bangsa.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER