Senin, 2 Februari, 2026

Prof. Rokhmin: Swasembada Pangan Harus Mencakup Protein Hewani

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa swasembada pangan nasional tidak hanya berfokus pada pemenuhan karbohidrat, tetapi juga harus mencakup ketersediaan protein hewani yang aman dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikannya saat kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (30/1/2026).

Menurut Prof. Rokhmin, swasembada protein, khususnya yang bersumber dari sektor peternakan, merupakan bagian penting dari ketahanan pangan nasional sebagaimana menjadi perhatian Presiden Prabowo. Pemenuhan protein hewani dinilai krusial untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung kesejahteraan peternak.

“Berbicara swasembada pangan itu bukan hanya karbohidrat, tetapi juga swasembada protein. Salah satu sumber protein utama adalah dari ternak,” ujarnya.

Ia menambahkan, swasembada pangan tidak cukup hanya dilihat dari sisi kuantitas produksi, melainkan juga harus menjamin aspek keamanan pangan (food safety). Produk peternakan yang beredar di masyarakat harus dipastikan aman, sehat, dan layak konsumsi.

- Advertisement -

Dalam konteks tersebut, Guru Besar IPB University menilai keberadaan BBVet memiliki peran strategis dalam mendukung sistem pangan nasional, khususnya melalui fungsi pengawasan, pengujian, dan pencegahan penyakit hewan.

Prof. Rokhmin juga mengapresiasi BBVet Wates yang telah ditetapkan sebagai pusat rujukan veteriner untuk kawasan ASEAN. Selain itu, sertifikat yang diterbitkan oleh BBVet Wates disebut telah mendapat pengakuan di tingkat internasional.

“Ini menunjukkan bahwa kapasitas dan kualitas kerja BBVet Wates sudah diakui secara global. Dalam konteks ini, kinerjanya cukup bagus dan patut kita syukuri,” katanya.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya penguatan peran balai veteriner agar semakin optimal dalam mendukung swasembada protein hewani dan ketahanan pangan nasional ke depan.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER