MONITOR, Jakarta – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui serangkaian kebijakan strategis di bidang pendidikan dan penguatan sumber daya manusia. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii dalam acara serah terima hibah Pemerintah Kota Depok kepada Kementerian Agama.
“Presiden Prabowo memecah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menjadi tiga kementerian, yakni Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, serta Kementerian Kebudayaan. Kebijakan ini diambil agar pendidikan ditangani secara lebih serius dan terfokus. Beliau ingin pendidikan ini tidak ditangani dengan sambil lalu, tapi benar-benar serius dipegang oleh dokter-dokter dan profesor-profesor Indonesia,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).
Selain penataan kelembagaan, Presiden Prabowo juga mencanangkan pembangunan 330 ribu sekolah di seluruh Nusantara sebagai upaya memperluas akses pendidikan yang merata. Menurut Wamenag Romo Syafii, pembangunan infrastruktur pendidikan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menyiapkan generasi unggul yang mampu mengelola kekayaan bangsa.
Perhatian pemerintah, lanjutnya, tidak berhenti pada sarana fisik, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kualitas guru. Di lingkungan Kementerian Agama, telah ditetapkan kebijakan bahwa seluruh guru swasta keagamaan, baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, maupun Buddha, wajib mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) paling lambat tahun 2027. “Sehingga 2028 tidak ada lagi guru di lingkungan Kementerian Agama yang belum disertifikasi,” katanya.
Romo Syafii menambahkan, implementasi kebijakan tersebut mendapat dukungan dari pemerintah daerah, termasuk di Kota Depok yang dinilai memiliki kepemimpinan visioner. Dukungan kepala daerah disebut berperan penting dalam percepatan pembangunan pendidikan, khususnya di madrasah dan sekolah keagamaan.
“Komitmen Presiden Prabowo juga menyasar langsung peserta didik melalui program Makan Bergizi Gratis. Indonesia masuk dalam 73 negara di dunia yang memberikan layanan Makan Bergizi Gratis kepada siswa. Selain itu, pemerintah juga menghadirkan program Cek Kesehatan Gratis sebagai bagian dari upaya memastikan peserta didik tumbuh sehat dan siap belajar,” katanya Wamenag Romo Syafii.
Di sektor pendidikan tinggi dan kesehatan, Presiden Prabowo memacu pendirian fakultas-fakultas kedokteran untuk menjawab kekurangan 161 ribu dokter “Karena itu, di Kementerian Agama, ketika ada usulan pendirian fakultas kedokteran, kami langsung bergerak untuk memprosesnya,” ujarnya.
Untuk menjamin akses pendidikan bagi kelompok paling rentan, pemerintah juga mendirikan Sekolah Rakyat yang memberikan layanan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin. Hingga saat ini, telah berdiri sekitar 160 Sekolah Rakyat di berbagai daerah. “Presiden Prabowo juga mendirikan Sekolah Garuda sebagai jalur percepatan pembentukan generasi unggul yang disiapkan untuk merespons kebutuhn bangsa akan pemimpin-pemimpin berkualitas,” pungkasnya.
