Menlu Retno: Kesenjangan Vaksin Masih Terjadi di Beberapa Negara

MONITOR, Jakarta – Dalam pertemuan COVAX Advance Market Commitment Engagement Group (AMC EG), Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno LP Marsudi, menyoroti kesenjangan vaksinasi Covid-19 yang masih terjadi.

Retno menyadari bahwa pasokan vaksin global sudah memadai, kendati demikian penyerapan dosis vaksin belum dirasa maksimal.

“Kesenjangan vaksin masih terjadi. Banyak orang dengan risiko tinggi di negara berpendapatan rendah belum divaksin. Jumlah dosis vaksin yang tersedia masih belum bisa diimbangi oleh tingkat penyerapannya,” ujar Retno Marsudi.

Ia mengakui hampir 12 miliar dosis vaksin COVID-19 telah disuntikkan, dan pasokan vaksin yang tersedia saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi global.

- Advertisement -

Retno pun menekankan kembali pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada COVAX AMC Summit bulan April 2022 lalu mengenai pentingnya untuk segera mendorong vaksin menjadi vaksinasi.

“COVAX saat ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari arsitektur kesehatan global. Keberadaan COVAX menjadi penting karena dua hal, yaitu perlu dipeliharanya solidaritas multipemangku kepentingan di tingkat global dan perlu dilestarikannya akses yang setara terhadap solusi kesehatan, khususnya bagi negara-negara berkembang,” ujar Retno.

“Ini adalah alasan fundamental kenapa COVAX harus terus ada setelah 2022 dan usai pandemi,” tandasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER