MONITOR, Ciputat – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus memperkuat kolaborasi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Transparansi dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah menjadi salah satu fokus utama dalam kerja sama tersebut.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan pentingnya peran Baznas sebagai instrumen strategis dalam mendukung pembangunan sosial di daerah. Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara Halalbihalal Baznas Kota Tangsel dan Optimalisasi Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah di Aula Blandongan, Puspemkot Tangsel, Senin (13/04/2026).
“Saya berharap ke depan bersama Baznas, kita bisa meningkatkan kinerja untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Benyamin.
Menurutnya, di tengah capaian makro Kota Tangerang Selatan yang terus menunjukkan tren positif, pemerintah tetap berupaya memperkuat intervensi langsung kepada masyarakat melalui berbagai program sosial. Salah satunya adalah program bedah rumah yang telah berhasil merenovasi hampir dua ribu unit rumah di seluruh wilayah Tangsel.
Benyamin menjelaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) memang masih menjadi instrumen utama pembangunan. Namun demikian, potensi lain di luar APBD seperti pengelolaan zakat melalui Baznas dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dinilai memiliki peran penting dalam memperluas dampak kesejahteraan.
Sepanjang tahun 2025, Baznas Tangerang Selatan berhasil menyalurkan dana sebesar Rp22 miliar, melampaui target awal Rp17 miliar. Untuk tahun 2026, Baznas menargetkan penyaluran dana mencapai sekitar Rp22 miliar, dengan harapan dapat melampaui capaian tahun sebelumnya.
Dalam kesempatan tersebut, Benyamin juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi dalam pengelolaan dana umat.
“Ini membutuhkan informasi yang terbuka dan jelas, uang yang disedekahkan, diinfakkan, dizakatkan ke mana larinya,” tegasnya.
Sebagai upaya mendukung transparansi, Pemkot Tangsel berencana menghadirkan aplikasi digital yang memungkinkan masyarakat memantau secara langsung penyaluran dana Baznas, termasuk siapa saja penerima manfaatnya.
“Nanti akan lebih informatif dan bisa diakses melalui teknologi komunikasi,” tambahnya.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga non-pemerintah seperti Baznas dinilai menjadi kunci dalam menggali potensi sosial ekonomi masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat pembangunan inklusif serta mempercepat peningkatan kesejahteraan warga Kota Tangerang Selatan.
