MONITOR, Jakarta – Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto melakukan gebrakan besar dalam sektor perumahan dengan menargetkan renovasi 400.000 rumah rakyat pada tahun 2026. Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, mendorong percepatan realisasi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ini agar benar-benar mampu mengubah taraf hidup masyarakat kecil di seluruh pelosok Tanah Air.
“Program bedah rumah ini adalah salah satu program kerakyatan yang menunjukkan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap masyarakat kecil,” tegas Andi Iwan Darmawan Aras pada Senin (13/4/2026). Ia menjelaskan bahwa fokus utama kebijakan ini bukan sekadar mengejar pemenuhan kuantitas, melainkan menjamin kualitas hunian agar memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan kelayakan hidup yang selama ini menjadi persoalan struktural di banyak wilayah.
Program yang dijalankan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) ini mencatatkan sejarah dengan memperluas cakupan hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Iwan Aras mengingatkan pentingnya akurasi data dalam proses verifikasi lapangan agar bantuan tepat sasaran bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Menurutnya, ketepatan intervensi sangat krusial karena sering kali ditemukan ketidaksesuaian data antara administrasi dan realitas di lapangan. Ia berharap masyarakat yang berhak tidak terabaikan agar tujuan utama meningkatkan taraf hidup rakyat kecil dapat tercapai secara adil.
Lebih dari sekadar perbaikan fisik, program bedah rumah tahun 2026 ini diproyeksikan menjadi mesin penggerak ekonomi daerah melalui penggunaan material lokal dan penyerapan tenaga kerja warga setempat. DPR RI berkomitmen mengawal ketat distribusi dan kualitas renovasi ini agar sejalan dengan program strategis lainnya, seperti penekanan angka stunting dan pengentasan kemiskinan. Iwan Aras meyakini bahwa rumah yang layak akan memperkuat ketahanan keluarga dan menciptakan ruang tumbuh yang lebih aman bagi anak-anak Indonesia.
“Pada akhirnya, ukuran keberhasilan program bedah rumah terletak pada seberapa jauh rumah yang diperbaiki benar-benar mengubah kondisi hidup keluarga yang selama ini tinggal dalam keterbatasan,” pungkas legislator asal Sulawesi Selatan tersebut.
