Jumat, 3 April, 2026

Kemendag Genjot Program Campuspreneur, UMKM Mahasiswa Siap Tembus Ritel Modern

MONITOR, Surakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong lahirnya wirausahawan muda melalui Program Campuspreneur dengan menggelar kurasi produk UMKM mahasiswa bersama peritel modern dan pusat perbelanjaan. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah, pada 1–2 April 2026.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, kurasi produk bertujuan menjaring karya mahasiswa yang memiliki potensi untuk masuk ke pasar domestik, khususnya ritel modern. Menurutnya, langkah ini juga menjadi pintu awal business matching antara pelaku UMKM mahasiswa dengan mitra strategis.

“Melalui kurasi ini, kami ingin memastikan produk UMKM mahasiswa tidak hanya kreatif, tetapi juga memenuhi standar pasar dari sisi kualitas, kemasan, hingga keberlanjutan pasokan,” ujar Budi.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, menambahkan bahwa sebanyak 30 UMKM mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mengikuti proses kurasi. Produk mereka dinilai langsung oleh pelaku ritel yang tergabung dalam Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO).

- Advertisement -

“Keterlibatan pelaku ritel memberikan perspektif aplikatif agar pelaku usaha muda mampu menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar,” jelas Iqbal.

Perwakilan HIPPINDO, Agung Tianara, menyebut pihaknya tidak hanya melakukan kurasi, tetapi juga memberikan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk agar siap masuk ritel modern, baik di dalam maupun luar negeri.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Kemitraan UMKM APRINDO, Purwanto Wahyudi, menegaskan bahwa pihaknya melihat potensi besar dari kalangan mahasiswa sebagai generasi penerus pelaku usaha ritel.

“Kami berharap kegiatan ini melahirkan UMKM unggulan dari kalangan muda yang mampu bersaing dan mengisi kebutuhan produk di ritel modern,” katanya.

Dalam proses kurasi, peserta mendapatkan masukan teknis mulai dari desain, bahan, hingga standar legalitas produk. Untuk produk fesyen, fokus pada kualitas jahitan dan kenyamanan, sedangkan produk makanan, minuman, dan body care menitikberatkan pada izin edar dan keamanan.

Salah satu peserta, Aji, alumni UNS, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru terutama terkait penguatan branding dan kemasan produk. Hal serupa juga disampaikan Rica dari Astarasa Karya Nusantara yang menilai kegiatan ini membuka peluang kerja sama dengan pelaku ritel.

Selain kurasi, rangkaian Campuspreneur juga mencakup coaching clinic, sesi pitching, serta business matching dengan mitra internasional yang difasilitasi perwakilan perdagangan RI di luar negeri.

Program ini akan dilanjutkan dengan kick-off Campuspreneur pada 2 April 2026 sebagai penanda dimulainya implementasi program secara nasional.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

Ramdhan Monitor.co.id

TERPOPULER