MONITOR, Jakarta – Kementerian Perdagangan mencatat stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan hingga Idulfitri 2026, bahkan menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode tahun lalu. Kondisi ini dinilai mencerminkan kelancaran pasokan dan distribusi serta meningkatnya daya beli masyarakat. Â
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, harga sejumlah komoditas pangan strategis pada Maret 2026 relatif lebih rendah dibandingkan Maret 2025. Selain itu, pergerakan harga selama Ramadan dan Lebaran berlangsung normal tanpa gejolak signifikan.
Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga secara tahunan antara lain beras medium menjadi Rp13.681/kg, beras premium Rp15.340/kg, gula pasir curah Rp17.956/kg, serta minyak goreng MINYAKITA Rp15.890 per liter. Penurunan juga terjadi pada bawang merah, cabai, dan bawang putih dengan kisaran penurunan hingga lebih dari 16 persen.
Menurut Mendag, pola harga tersebut menunjukkan mekanisme pasar yang sehat, yakni kenaikan bertahap menjelang hari besar keagamaan dan kembali normal setelahnya. Hal ini menjadi indikator bahwa distribusi barang kebutuhan pokok berjalan efektif di seluruh wilayah.
Pemerintah pun optimistis inflasi pada Maret 2026 tetap terkendali. Optimisme ini diperkuat oleh Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2026 yang berada di level 125,2 atau kategori optimis. Angka tersebut didukung oleh Indeks Kondisi Ekonomi saat ini sebesar 115,9 serta Indeks Ekspektasi Konsumen 134,4.
Untuk menjaga daya beli masyarakat, Kementerian Perdagangan bersama berbagai asosiasi ritel menggelar program promosi seperti Friday Mubarak dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026. Program Friday Mubarak mencatat transaksi hingga Rp126,02 triliun per 29 Maret 2026 dan diproyeksikan menembus Rp129,11 triliun hingga akhir periode. Sementara BINA Lebaran mencatat transaksi Rp54,9 triliun, melampaui target yang ditetapkan.
Di sektor digital, aktivitas perdagangan elektronik juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Nilai transaksi e-commerce Indonesia pada Februari 2026 diperkirakan mencapai USD5,76 miliar atau sekitar Rp96,7 triliun, dengan produk unggulan seperti busana muslim, makanan, hampers, dan produk kecantikan.
Selain itu, dukungan terhadap pelaku UMKM terus diperkuat melalui kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Produk UMKM dipasarkan melalui gerbong etalase kuliner dan Loko Cafe, menyasar jutaan penumpang kereta api selama periode mudik. Program ini telah mencatat transaksi Rp122,8 juta selama Ramadan 2026.
Ke depan, pemerintah akan melanjutkan berbagai program belanja nasional seperti BINA Holiday, BINA HUT RI, dan Indonesia Great Sale untuk menjaga momentum konsumsi domestik sepanjang tahun 2026.

