MONITOR, Cikampek – Arus balik Lebaran 2026 dari wilayah Timur Trans Jawa menuju Jakarta masih menunjukkan lonjakan signifikan. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat sebanyak 471.099 kendaraan melintasi Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama arah Jakarta selama periode 21–27 Maret 2026 atau Hari H hingga H+6 Idulfitri.
Angka tersebut meningkat 141,41 persen dibandingkan lalu lintas normal yang hanya mencapai 195.144 kendaraan. Kondisi ini menandakan arus balik masih berlangsung dan belum sepenuhnya mereda.
Corporate Secretary & Legal JTT, Ria Marlinda Paallo, menyebutkan bahwa secara kumulatif sejak H-10 hingga H+6, tercatat 647.164 kendaraan dari wilayah Timur Trans Jawa atau naik 37,52 persen dibandingkan kondisi normal.
“Pada data sementara 28 Maret 2026 (shift 1), tercatat 17.955 kendaraan menuju Jakarta atau meningkat 104,78 persen. Ini menunjukkan arus balik masih terus berlangsung,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan, rekayasa lalu lintas seperti one way lokal dari KM 263 Tol Pejagan–Pemalang hingga KM 70 GT Cikampek Utama serta contraflow dari KM 70 hingga KM 47 arah Jakarta telah diberlakukan. Rekayasa serupa juga diterapkan di wilayah Semarang.
Selain itu, JTT memberikan potongan tarif tol sebesar 23 persen di ruas Batang–Semarang hingga 31 Maret 2026 guna mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata.
Sementara itu, kendaraan dari Jakarta menuju wilayah Timur Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama tercatat sebanyak 260.935 kendaraan, meningkat 31,72 persen dari kondisi normal.
Lonjakan volume lalu lintas juga terjadi di sejumlah ruas tol di Jawa Tengah dan Jawa Timur, termasuk GT Kalikangkung, GT Banyumanik, GT Warugunung, GT Kejapanan Utama, dan GT Singosari.

