MONITOR, Indramayu – Arus balik Lebaran tak hanya identik dengan perjalanan panjang, tetapi juga tradisi membawa buah tangan. Bagi pemudik asal Indramayu dan sekitarnya, kunjungan ke Teras Balongan menjadi bagian tak terpisahkan sebelum kembali ke perantauan.
Pusat oleh-oleh yang berlokasi di Balongan, Indramayu ini menawarkan beragam produk unggulan UMKM khas pesisir. Mulai dari batik, tenun, hingga aneka makanan ringan seperti rengginang terasi, kerupuk udang, kerupuk ikan, dan olahan sambal berbasis terasi menjadi daya tarik utama bagi pembeli.
Ketua UMKM Teras Balongan, Mahani, menyebut cita rasa khas produk mereka berasal dari bahan baku pesisir. “Ciri khasnya memang rasa terasi karena kami berada di daerah pinggir laut,” ujarnya.
Tak hanya diminati di dalam negeri, sejumlah produk UMKM Teras Balongan bahkan telah menembus pasar internasional melalui para Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Produk seperti rengginang diketahui pernah dibawa hingga Australia, Taiwan, dan Hong Kong.
Selain makanan kering, pelaku UMKM juga menghadirkan camilan segar seperti manisan mangga khas Indramayu. Produk ini dibuat dari irisan mangga yang direndam dalam larutan gula, menghasilkan rasa manis segar yang menjadi favorit pemudik.
Dari sisi harga, produk di Teras Balongan tergolong ramah di kantong, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp100 ribu, tergantung jenis dan ukuran.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan Teras Balongan merupakan inovasi untuk mendukung pengembangan UMKM lokal. Menurutnya, keberadaan pusat oleh-oleh ini memudahkan masyarakat mendapatkan berbagai produk khas pesisir dalam satu lokasi.
“UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional. Sebagai BUMN, Pertamina berkomitmen mendukung pengembangan UMKM agar produknya semakin dikenal dan mampu bersaing,” kata Baron.
Ia menambahkan, Pertamina secara konsisten membina UMKM melalui berbagai program, seperti pelatihan, pameran, hingga pendampingan pemasaran digital melalui UMK Academy.
Teras Balongan sendiri diresmikan pada 2025 dan saat ini menjadi wadah bagi 22 pelaku UMKM di sekitar wilayah operasi Kilang Balongan. Keberadaannya diharapkan mampu memperluas pasar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di kawasan pesisir Indramayu.

